TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Kampung Wirausaha, Program CSR dari SMF

Achmad Adhito
23 February 2022 | 14:37
rubrik: CSR
Ini Kampung Wirausaha, Program CSR dari SMF

SMF dan Dewan Juri Top CSR Awards 2022---ScreenShoot

Jakarta, TopBusiness—PT SMF (Sarana Multigriya Finansial) punya sejumlah program TJSL (tanggung jawab sosial lingkungan) ataupun CSR bidang sosial. Satu di antara itu adalah Kampung Wirausaha.

Hal tersebut dijelaskan oleh Direktur SMF, Trisnadi Yulrisman, hari ini dalam presentasi virtual untuk Dewan Juri Top CSR Awards 2021 yang digelar Majalah TopBusiness bersama sejumlah lembaga.

Trisnadi menjelaskan bahwa contoh Kampung Wirausaha yakni yang berlangsung sejak tahun 2019 di Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Di situ, SMF menghadirkan sejumlah pembinaan bagi desa berpenduduk 5.918 jiwa yang ada di kaki Gunung Salak tersebut. Itu yakni SMF Care, SMF Green, dan SMF Smart.

Pada SMF Care, ada pemeriksaan dan pengobatan kesehatan yang berlangsung secara berkala. Lantas, ada pelatihan dan workshop kader sehat. Dalam hal ini, ada pelatihan kader oleh bidan desa dan puskesmas, dengan materi anemia pada ibu hamil, pemberian makanan pendamping ASI (air susu ibu), gizi lansia, dan penyakit tidak menular.

Adapun wokshop pelatihan laboratorium sederhana, isinya mengenai pemeriksaan kolesterol, asam urat, gula darah, dan HB darah. Untuk dukungan kesehatan gizi anak, ada pelatihan bagi orang tua serta pemeriksaan anak/balita.

Di SMF Green, Trisnadi menjelaskan, ada pelatihan menanam tanaman toga, bantuan peralatan menanam, serta adanya sentra tanaman toga dan tempat pelatihan untuk KWT (kelompok wanita tani) dan masyarakat.

SMF menyediakan saung yang dibuat oleh UMKM pengrajin bambu untuk tempat pelatihan dan produksi. Produk turunan tanaman toga adalah teh kumis kucing dan jahe.

Sedangkan untuk SMF Smart, ada pelatihan untuk anggota bumdes (badan usaha milik desa) yang dibentuk desa tersebut di tahun 2019. Selain memasarkan hasil produk UMKM dan produk turunan tanaman toga dan bambu, bumdes tersebut juga sedang merintis paket wisata gunung.

BACA JUGA:   Adhi Karya, Aktif Ber-CSR Dukung Strategi Bisnis Berkelanjutan

Mengurangi Kawasan Kumuh

Trisnadi menjelaskan pula tentang program peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh. Dalam hal ini, SMF bekerja sama dengan Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR RI.

Sejauh ini, program tersebut sudah terealisasi di 10 lokasi. Itu tersebar di Yogyakarta, Semarang, Manado, Bukit Tinggi, Tangerang, dan lain-lain.

“Dampaknya terlihat nyata. Yakni, ada pengurangan daerah kumuh seluas 69,55 hektar,” Trisnadi berkata.

Untuk menentukan standar pengurangan kawasan kumuh tersebut, ada acuan yang dipakai dalam Program Kotaku. “Sepanjang tahun 2018 sampai 2021, total unit rumah yang kami tangani sebanyak 138 buah,” ia berkata.

Tags: csr smfkampung wirausahaprogram kotakusmfTOP CSR Awards 2022trisnadi yulrisman
Previous Post

Fitur Hitung Zakat Emas di Aplikasi Ini Raih Opini Sesuai Prinsip Syariah

Next Post

Selain Covid, Apa Tantangan Industri Otomotif?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR