Jakarta, TopBusiness—RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja (Sumatera Selatan) mencatatkan surplus keuangan. Surplus tersebut terjadi pada tahun pembukuan 2021.
Direktur RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo, dr. Rynna Dyana, hari ini mengatakan bahwa pihaknya pada tahun 2021 membukukan penerimaan sebesar Rp29,52 miliar. Sedangkan angka pengeluaran sebesar Rp27,38 miliar.
“Maka dengan demikian, ada surplus dengan besaran Rp2,13 miliar,” kata Rynna. Adapun anggaran RSUD tersebut untuk tahun 2021, besarnya di Rp105,38 miliar.
Di tahun 2020 pun, Rynna menambahkan, RSUD Ibnu Sutowo mencatatkan surplus dengan nilai Rp3,95 miliar.
“Covid-19 membuat jumlah pasien yang datang ke kami, menurun. Hal ini juga banyak dialami RS lain di Indonesia,” kata Rynna dalam presentasi virtual untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2022, yang digelar Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah lembaga, antara lain Institut Otonomi Daerah.
RSUD Ibnu Sutowo, dengan status BLUD (badan layanan umum daerah), menitikberatkan kepada pelayanan publik dan sosial. “Untuk orientasi layanan pada publik dan sosial, porsinya sebesar 73%,” papar dia.
Pada tahun 2020, RSUD Ibnu Sutowo mendapatkan penilaian WTP (wajar tanpa pengecualian) untuk laporan keuangannya. Sedangkan untuk kinerja, yang didapatkan adalah nilai 70 atau B. “Itu berarti, adalah ‘baik’ dengan perlu sedikit perbaikan,” Rynna menjelaskan lagi.
Properti Baru
RSUD Ibnu Sutowo terus meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Satu di antara itu adalah dengan adanya gedung baru yang terdiri dari lima lantai. Di samping itu, ada ruang IGD (instalasi gawat darurat) baru yang terdiri dari dua lantai.
“Untuk menangani pasien pengidap virus Covid-19,” Rynna menjelaskan, “kami menangani dengan saksama. Antara lain dengan memisahkan tempat perawatan tersebut, pada lokasi yang berjarak sekitar 200 meter dari gedung induk.”
Sejumlah terobosan atau pun inovasi layanan pun dilakukan oleh manajemen RS Ibnu Sutowo. Satu di antara itu adalah layanan bernama Seger. Ini adalah layanan home care untuk para pasien. “Dalam hal ini, yang datang ke rumah pasien, adalah dokter spesialis,” ucap Rynna.
