Jakarta-Thebusinessnews.Mengawali Tahun 2016 pendatang baru bursa efek indonesia (BEI) lebih banyak kedatangan emiten dengan aktiva tetap kelas menengah kebawah. Bagi investor menjadi kurang menarik karena dikhawatirkan menjadi saham tidur atau tidak aktif .
Seperti diketahui emiten pertama tahun 2016 yakni PT Bank Arthos Indonesia Tbk ( ARTO) dengan aset Rp 730,2 military per Juni 2015.Dan calon emiten berikutnya PT Mitra Pemuda Tbk juga memilikiaset dibawah Rp 1 triliun.
Saham saham tersebut umumnya hanya aktif pada saat awal pencatatan saham perdanan,namum setelah itu berangsur angsur menjadi saham tidur .Seperti disampaikan Direktur PT Bursa Efek Indonesia,Samsul Hidayat bahwa memang perusahaan menengah besar maka likuiditas menjadi persoalan.”Hanya saja manfaat IPO sudah dirasakan oleh mereka (emiten kelas kecil menengah ).” Ujar di Jakarta,Kamis 14 Januari 2016.
Persoalan itu diakui Samsul menjadi dilema tersendiri.Namum persoalan itu tambah dia akan dapat ditanggulangi dengan adanya pengerak pasar atau market maker .” Peraturannya masih di godok .”ujar dia. (Az)