Jakarta, TopBusiness – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memprediksi, momentum Ramadhan tahun ini bisa menggenjot tingkat kunjungan masyarakat ke gerai ritel berkisar 15-20 persen dibandingkan bulan biasa.
Berkaca dari aktivitas Ramadan tahun 2021 lalu, pertumbuhan ekonomi mengalami lonjakan hingga 7,07 persen dan itu tidak pernah terjadi selama masa pandemi.
Sebab itu, di tahun ini Aprindo memprediksikan sektor ritel dapat mencetak rekor yang sama seperti tahun lalu ataupun bisa menjadi lebih baik.
“Mulai dari kuartal IV 2021, disana mulai menunjukkan ada perbaikan. Indeks penjualan riil (IPR) di bulan Desember ada kenaikan 3-4 persen dari bulan sebelumnya. Bulan Desember 2021 itu 13,8 persen. Bulan sebelumnya 10,8 persen,” ujar Ketua Umum Aprindo Roy N. Mandey seperti dikutip, Senin (6/3/2022).
Roy melanjutkan, memang di awal Januari-Februari tahun 2022, IPR mengalami sedikit penurunan. Selain karena adanya lonjakan harga bahan pangan, pemberlakuan ppkm juga cukup membuat sektor ritel lesu. Namun, ia optimistis momentum puasa hingga lebaran sektor ritel akan kembali membaik.
Adapun, Aprindo menilai kebutuhan yang paling banyak dicari oleh masyarakat di tiap ramadan adalah kebutuhan pangan yang mendominasi 55 persen kebutuhan produk di bulan puasa. Sisanya, kata Roy, adalah kebutuhan non pangan seperti sandang atau bahan pakaian dan alat-alat elektronik.
Sementara itu, waktu pusat perbelanjaan ramai dikunjungi selama ramadhan adalah saat weekend. Dimana, para konsumen memilih untuk menstok barang agar dapat digunakan selama sahur dan berbuka puasa dalam satu minggu.
