Jakarta-Thebusinessnews.Pasca menurunkan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 7,25 persen, Bank Indonesia mengaku tengah mengkaji untun melanjutkan penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) Primer yang saat ini sebesar 7,5 persen.
Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung di Jakarta, Rabu (20/1/16). “Untuk GWM akan kami lihat, kalau diperlukan turun, sedang kami kaji,” katanya.
Menurut Juda, saat ini posisi Operasi Pasar Terbuka (OPT) dana perbankan yang ditempatkan di BI sudah lebih dari Rp150 triliun. “Sekarang sudah di atas Rp150 triliun. Artinya sudah balik lagi, karena di Desember 2015 di bawah Rp100 triliun,” ucapnya.
Dia mengungkapkan, jika dalam kondisi saat ini likuiditas masih dalam kategori ketat, maka BI terus mendorong normalisasi antara kebijakan likuiditas dan kebijakan suku bunga.
“Kalau kami turunkan suku bunga, ini juga tidak akan efektif, jika perbankan masih akan menahan deposit rate-nya,” jelas Juda.
Sehingga, lanjut dia, BI akan lebih mengedepankan pada konsistensi antara kebijakan likuiditas dan suku bunga. “Jadi, nantinya kebijakan moneter ini juga akan sejalan,” kata dia.(az)