TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

AGM Merefleksi Kembali Efek Domino Pembangunan Ekonomi Masyarakat

Albarsyah
9 March 2022 | 17:53
rubrik: Event
Kuartal I 2018, Produksi Batubara Indonesia Menyusut

Ilustrasi aktivitas di daerah pertambangan batubara. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Antang Gunung Meratus (AGM) sebagai perusahaan pertambangan batubara dengan pemegang Wilayah Kuasa Pertambangan (WKP) di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, dengan luasan konsensinya 22,433 hektar, mengingat operasional pertambangan masih membutuhkan kegiatan eksplorasi untuk mencari kandungan batubara yang ekonomis.

Perusahaan tambang batubara ini telah menggrlontorkan anggaran dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dilaksanakan terdiri dari berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan dan sosial budaya, tidak hanya SDGs poin 8 saja (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Bagi manajemen, dalam pengembangan perekonomian masyarakat di lingkar pertambangan batubara sudah menjadi keseriusannya. 

Lantas membangun lingkungan hidup dan penekanan pengunaan energi bersih, dalam rangka menekan Net Zero Emission (NZE), oleh sebab itu perusahaan batubara ini menggunakan Pembangkit Listrik Surya (Solar Panel) dengan kapasitas terpasang 2.490 watt. Dan juga berkonsentrasi dalam pemanfaatan dan pengunaan air yang dimanfaatkan kembali dengan daur ulang bisa tercapai 22% dari total limbah.

Serta pula membangun Kawasan Ekowisata Bekantan (KEB), dimana program ini merupakan masuk dalam program “Open Mining”. Program pelestarian habitat dan melestarikan lingkungan hidup hábitat hewani dan tumbuhan endemik lokal Kalimantan Selatan. Pembangunan dan pengembangan KEB ini dengan pencadangan lahan seluas 90 hektar.

Akan tetapi, dengan kejadian yang sangat “Miris” dirasakan perusahaan tambang batubara ini, semenjak November 2021 hingga awal 2022 lalu. Operasional perusahaan tambang batubara tersebut sempat terganggu, alias menutup operasional exploitasi tambang selama 4 bulan. Akar permasalahannya bukan tambang ilegal atau PETI, tapi sengketa lahan dengan perusahaan lain. Jika dapat ditarik benang merahnya yaitu Efek Domino Pembangunan Perekonomian Masayarakat Perlu Ditinjau Ulang.

CSR Superintendent, Syamsul Bahri menegaskan, bahwa korporasi AGM dengan kejadian berhentinya operasi pertambangan batubara selama 4 bulan tersebut. “Tentunya menjadikan sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi Management AGM untuk melakukan “Refleksi dan Kontemplasi” kembali bahwa “Kuncinya untuk merubah kembali pola pengembangan masyarakat” agar tercipta pembangunan efek domino yang sangat besar bagi perekonomian di lingkar pertambnagan ini,” tegas Syamsul Bahri kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2022 ynag diselenggarakan oleh Top Business, melalui jaringan online, pada Rabu, 9 Maret 2022.

BACA JUGA:   FOTO - Sejumlah Nelayan tak Melaut

Foto: Istimewa

Previous Post

Binar Academy Naikkan Peran Perempuan

Next Post

Pemerintah Menyatakan Harga Pertalite Tidak Naik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR