TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Rebound

Agus Haryanto
21 March 2022 | 08:13
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini berpotensi Rebound.

Di laman Samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam laporan riset harian, memperlihatkan judul  Pasca Keputusan Rate Hike, IHSG Berpotensi Rebound.

Pada penutupan Jumat lalu (18/3), pasar AS bergerak menguat. Dow Jones menguat 0,8%, S&P 500 1,17%, dan Nasdaq 2,05%. Perhatian pasar AS akan tertuju pada reaksi pasar terhadap kenaikan suku bunga dan apakah The Fed akan mampu melawan inflasi yang melonjak tanpa mendorong ekonomi ke dalam resesi. 

Dari perkembangan tensi geopolitik, Presiden AS Joe Biden akan bergabung dengan pertemuan NATO pada hari Rabu dan juga pertemuan puncak Uni Eropa pertengahan minggu di Brussels, yang bertujuan untuk memperkuat kohesivitas yang baru ditemukan dengan sekutu Eropa. 

Pasar komoditas terpantau bergerak mixed pada Jumat (18/3) kemarin. Minyak WTI menguat 1,58% ke level USD 104,72/bbl, Brent menguat 1,32% ke level USD 109,38/bbl. Harga batubara menguat 0,45% ke level USD 336/ton, sedangkan nikel melemah 11,99% ke level USD 36.914 dan CPO melemah 6,67% ke level MYR 6.116. Sedangkan harga emas terpantau melemah 0,4% di level USD 1.990/toz).

Bursa Asia bergerak mayoritas menguat Jumat (18/3) kemarin. Kospi menguat 0,5%, Nikkei 0,7%, Hang Seng melemah 0,4%, sedangkan Shanghai menguat 1,1%.

 IHSG ditutup melemah 0,1% pada perdagangan Jumat lalu (18/3) ke level 6.955, dengan net buy sebesar Rp 78 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 141,7 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell sebesar Rp 63,7 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh TLKM (Rp 261,9 miliar), BBYB (Rp 142,1 miliar), dan ASII (Rp 115 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh PTBA (Rp 190,7 miliar), BMRI (Rp 135,6 miliar), dan BBCA (Rp 131,2 miliar). Top leading movers adalah TLKM, GGRM, dan BBHI, sedangkan BBCA, BBRI, dan SUPR menjadi top lagging movers.

BACA JUGA:   OJK Akui IHSG Jadi Indeks Paling Terdampak

Terjadi penambahan 5.922 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Minggu (20/3) namun dengan jumlah kasus sembuh yang meningkat lebih besar 15.829. Daily positive rate sebesar 7,6% dan overall positive sebesar 10,03% (Infection rate: 3,7%; recovery rate: 93,7%; kasus aktif: 219.688).

Pagi ini Kospi dibuka menguat 0,34% dan Nikkei dibuka menguat 0,65%. “Kami memperkirakan IHSG akan menguat hari ini, seiring dengan sentimen beragam dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.

Previous Post

Maksimalkan Pemanfaatan TI, Bank Jambi Capai Target Kinerja di 2021

Next Post

Nonresiden Jual SBN Senilai Rp23,44 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR