Jakarta, TopBusiness – PT Indika Energy Tbk (INDY) melalui dua anak usahanya, yakni PT Indika Energy Infrastructure dan PT Solusi Mobilitas Indonesia, mendirikan subholding PT Ilectra Motor Group (IMG) pada 31 Maret 2022.
“IMG merupakan perusahaan subholding untuk kegiatan perseroan dalam melakukan pengembangan dan ekspansi usaha ke sektor kendaraan listrik, khususnya roda dua di Indonesia,” ungkap Sekretaris Perusahaan Indika Energy Adi Pramono dalam keterangan tertulis dikutip Selasa (5/4/2022).
Secara rinci, Indika Energy Infrastrucuture memegang 99,998% saham IMG senilai Rp 49 miliar, sedangkan Solusi Mobilitas Indonesia mengempit 0,002% saham IMG senilai Rp 1 juta.
Maksud, tujuan, serta kegiatan usaha IMG adalah melakukan industri sepeda motor roda dua; melakukan perdagangan besar sepeda motor dan suku cadang sepeda motor dan aksesorisnya; melakukan usaha pengoperasian instalasi penyediaan listrik; dan melakukan jasa konsultasi manajemen.
Sebagaimana diketahui, Solusi Mobilitas Indonesia juga sebenarnya baru saja dibentuk oleh Indika Energy bersama Indika Energy Infrastructure pada 25 Maret 2022. Kegiatan usaha SMI adalah melakukan industri sepeda motor roda dua, melakukan perdagangan besar sepeda motor dan suku cadang sepeda motor serta aksesorisnya, dan melakukan jasa konsultasi manajemen.
Kembangkan Energi Terbarukan
PT Indika Energy Tbk juga menyiapkan dana hingga US$ 250 juta (Rp 3,58 triliun) sebagai belanja modal hingga 2025 mendatang. Dana itu diperlukan perseroan dalam rangka mengembangkan usaha perseroan dalam bidang energi terbarukan yakni PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS).
Vice President Director and Group CEO of Indika Energy Azis Armand mengatakan, pada perusahaan hasil joint venture dengan perusahaan pengembang solusi energi surya asal India yakni Fourth Partner Energy. EMITS sendiri menargetkan untuk mendapatkan kontrak pemasangan pada kisaran 80-100 MWp pada tahun 2022 dan 500MWp pada tahun 2025 mendatang.
Dengan begitu setiap tahunya perseroan diperkirakan membutuhkan belanja modal sebanyak US$ 50 juta untuk biaya pengembangan bisnis. Pasalnya meski EMITS menyediakan berbagai skema bisnis dalam pelayanannya, skema yang paling banyak digunakan saat ini adalah sewa. Maka dari itu hingga 2025 mendatang jumlah capex diperkirakan US$ 250 juta.
“Itu yang menjadi alasan dari divestasi yang dilakukan perseroan pada PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) dan juga PT Petrosea Tbk (PTRO). Lebih dari itu INDY berpeluang melakukan aksi yang serupa, opsi lain seperti pinjaman dan juga campuran dari kas internal juga akan dilakukan oleh perseroan,” jelasnya dalam konferensi pers, Senin (4/4/2022).
