Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini diperkirakan bergerak sideways.
Di laman Samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam laporan riset harian, memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways.
Bursa AS semalam ditutup menguat, Nasdaq 2,0%, DJIA 1,0%, dan S&P500 1,1%. Kenaikan ini terjadi setelah bursa mengalami penurunan 3 hari berturut-turut dan juga seiring dengan rilis laporan keuangan 1Q22 sejumlah emiten yang menunjukkan kinerja positif (contohnya: Blackrock).
Sementara itu, pelaku pasar juga akan menantikan data retail sales dan jobless claim yang akan dirilis nanti malam.
Pasar komoditas terpantau bergerak cenderung menguat, nikel 1,2% menjadi USD 33.194/ton, emas 0,3% menjadi USD 1.981/ toz, batu bara 1,5% ke level USD 322/ton, dan minyak 3,4% ke level USD 104/bbl, sedangkan CPO turun 1,1% ke level RM 6.485/ton.
Bursa Asia kemarin ditutup cenderung menguat. Hang Seng 0,3%, Nikkei 1,9%, Kospi 1,9%, sedangkan Shanghai -0,8%.
Di perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,7% ke level 7.263, dengan net buy asing di pasar reguler sebesar Rp 860 miliar dan di pasar negosiasi sebesar Rp 317,1 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh TLKM (Rp 417,3 miliar), ITMG (Rp 110,0 miliar), dan UNTR (Rp 81,8 miliar). Sementara itu, net sell asing tertinggi dicatatkan oleh BUMI (Rp 48,0 miliar), HRUM (Rp 40,2 miliar), dan DOID (Rp 31,6 miliar). Top leading movers adalah GOTO, ADRO, TLKM dan top lagging movers adalah ARTO, AMRT, BEBS.
Terjadi penambahan 1.551 kasus baru COVID-19 kemarin dengan positivity rate sebesar 1,6% (recovery rate: 96,3%, kasus aktif: 66.475).
Pagi ini pasar regional dibuka bervariasi, Nikkei +0,7% dan Kospi flat +0,06%. “Dengan sentimen bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak sideways,” demikian tertulis.
