Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (26/04/2022), berpotensi bergerak sideways.
Dalam laman samuel.co.id, tim peneliti Samuel melalui laporan penelitian harian, di Jakarta, mengambil judul IHSG Berpotensi Bergerak Sideways.
Bursa AS semalam ditutup menguat. DJIA +0,7%, diikuti S&P500 0,57%, dan Nasdaq 1,29%, didukung oleh reli saham teknologi. Hal ini kemungkinan disebabkan ekpektasi turunnya suku bunga untuk saat ini, akibat kekhawatiran perlambatan ekonomi global akibat kenaikan kasus Covid di China. Saham Twitter juga mengalami kenaikan setelah manajemen menerima tawaran buyout dari Elon Musk.
Sementara itu, Nasdaq 100 futures terpantau sedikit menurun menjelang pengumuman laporan keuangan big techs. Rilis data ekonomi AS malam ini diantaranya adalah Pertumbuhan MoM order durable goods hasil manufaktur AS bulan Maret (cons: 1%, prev: -2,2%), indeks kepercayaan konsumen bulan April (cons: 108, prev: 107,2), dan data penjualan rumah baru bulan Maret (cons: 0,772mn, prev: 0,765mn).
Dari pasar komoditas, harga brent terpantau sedikit naik 0,35% menjadi USD102,7/bbl, emas turun 1,98%, CPO juga turun 0,17%, dan batu bara menguat 0,77% menjadi USD329/ton.
Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 0,13% ke level 7.216.0. Investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 3.502,7 miliar. Pasar reguler asing mencatatkan net buy Rp 141,2 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy Rp 3.361,5 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 283,1 miliar), BBCA (Rp 127,6 miliar), dan ADMR (Rp 118,2 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BMRI (Rp 201,8 miliar), ASII (Rp 102 miliar), dan TLKM (Rp 56,6 miliar). Adapun top sector gainer hari ini adalah sektor IDXINFRA, sementara yang menjadi top sector loser hari ini adalah sektor IDXTRANS. Top leading movers emiten TLKM, BBRI, BBCA, sementara top lagging movers emiten GOTO, MDKA, UNTR.
Terjadi penambahan 317 kasus baru COVID-19 pada hari Senin (25/04) dengan positivity rate sebesar 0,4% (kasus aktif: 13.251). Sebanyak 4.664 pasien telah sembuh dengan recovery rate sebesar 97,2%.
Jadwal rilis data ekonomi Indonesia besok: Foreign direct Investment YoY Q1. “IHSG kami perkirakan cenderung bergerak sideways hari ini seiring sentimen global dan beberapa harga komoditas bergerak agak bervariasi,” demikian tertulis.
