Jakarta-Thebusinessnews Perlambatan ekonomi sepanjang 2015, berdampak ke laba bersih PT Permata Bank Tbk (BNLI).Sebagai gambarannya akan rendah dari kuartal III – 2015. Hal itu disebabkan kondisi pertumbuhan ekonomi makro yang melambat.
Direktur Utama BNLI, Roy A Arfandy, mengatakan, perlambatan ekonomi yang berpengaruh terhadap kredit BNLI. “Gambaran saluran kredit melambat, karena pertumbuhan ekonomi 2015 sebesar 4,8 persen ” kata dia.di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Kamis ( 4/2/2016)
Ia menyebutkan di antara kredit yang menurun adalah konsumsi berupa kredit otomotif. Sebab penjualan otomotif turun 20 %. “Kredit otomotif kita hanya 5 – 10 persen , ” kata dia.
Untuk kredit infrastruktur terbilang kecil karena baru 3 persen. Sayangnya dia enggan menyebutkan besaran total kredit dan nett profitnya.
Tercatat, PT Bank Permata Tbk. mengumumkan pendapatan operasional (konsolidasi dan tidak diaudit) dalam periode sembilan bulan meningkat 19 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp 6,34 triliun dari Rp5,32 triliun.
Kendati pendapatan operasional mengalami peningkatan, perseroan mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp938 miliar atau turun 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.. ( az)