TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Investor Asing Guyur Rp 1,1 Triliun Pada Saham Lokal

Nurdian Akhmad
12 February 2016 | 21:25
rubrik: Business Info

Jakarta-Thebusinessnews. Pemodal asing catatkan beli bersih di pasar saham sebesar Rp1,11 triliun dalam sepekan terakhir dan ecara tahunan, aliran dana pemodal asing di pasar saham masih mencatatkan beli bersih dengan nilai Rp3,8 triliun. Hal ini membuktikan bahwa minat pemodal asing untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia kembali meningkat.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri di sepanjang periode 9 hingga 12 Februari 2016 terkoreksi -1,76% ke posisi 4.714,393 poin jika dibandingkan penutupan di pekan sebelumnya yang berada di level 4.798,946 poin. Meski demikian, koreksi IHSG masih lebih baik jika dibandingkan dengan bursa utama dunia lainnya seperti bursa Thailand (-2,28%), Singapura(-3,17%), Inggris (-3,86%), Amerika Serikat (-4,61%), Korea (-4,30%,), Australia (-5,02%), , Hong Kong (-5,02%),  India (-6,74%), ataupun Jepang (-11,10%).

Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini mengalami penurunan 12,65% menjadi Rp5,5 triliun dari R6,3 triliun di akhir pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan sebesar 4,73% dan rata-rata frekuensi harian mengalami perubahan minus 11,92%. Kapitalisasi Pasar BEI di pekan ini masih tetap berada di atas Rp5.000 triliun atau tepatnya Rp5.005 triliun dari Rp 5.094 triliun di pekan sebelumnya.

“Meski minat pemodal asing untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia kembali meningkat, namun otoritas BEI senantiasa melakukan berbagai inovasi untuk mengedukasi masyarakat Indonesia agar berinvestasi di pasar modal domestik. “ terang Kepala Divisi Komunikasi PT Bursa Efek Indonesia, Dwi Shara Soekarno dalam siaran pers, Jumat ( 12/2/2016)

Hal tersebut dilakukan agar pasar modal Indonesia dapat lebih memiliki daya tahan khususnya ketika menghadapi aliran dana pemodal asing yang mudah berpindah tempat dari satu instrumen investasi di lokasi yang satu ke instrumen investasi atau lokasi yang lain.  (red)

BACA JUGA:   Inilah Pemicu Perubahan Pengendali di KIJA
Previous Post

Aleph Pertemukan Pelaku Usaha & Pasar Global

Next Post

Citi Indonesia Pasarkan Reksa Dana Syariah Global

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR