Jakarta, TopBusiness—Neraca perdagangan RI pada Mei 2022 mencatatkan surplus. Di situ, nilai ekspor sebesar USD21,51 miliar. Sedangkan nilai impor lebih kecil yakni USD18,61 miliar.
“Dengan demikian, neraca perdagangan kita, surplus dalam 25 bulan berturut-turut,” kata Deputi Badan Pusat Statistik RI (BPS), Setianto, dalam konferensi pers yang juga disiarkan dari YouTube, hari ini.
Untuk Mei 2022, nilai ekspor USD21,51 miliar tersebut terkoreksi -21,29% secara month to month.
Di Mei 2022, ekspor kelompok komoditas utama RI turun secara month to month. Penurunan terdalam ada di komoditas minyak kelapa sawit yang terkoreksi -87,22% daripada bulan sebelumnya.
“Sedangkan ekspor nonmigas, tercatat satu-satunya yang nilainya naik di Mei 2022 tersebut. Kenaikannya di 4,38% month to month.”
Untuk impor Mei 2022 yang senilai USD18,61%, itu turun sebesar -5,81% month to month.
“Impor yang turun antara lain besi baja, dan migas,” kata dia.
