TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Lindungi Industri Dalam Negeri, Kaji Ulang Fiskal

Albarsyah
21 June 2022 | 16:13
rubrik: Business Info
Lindungi Industri Dalam Negeri, Kaji Ulang Fiskal

Jakarta, TopBusiness – PT Teknologi Rekayasa Katup Valves Manufacture (TRK VALVES), sebagai pelaku industri dalam negeri salah satu penyedia rantai pasok (suplay chain)  di industri hulu migas  berharap pemerintah bisa meninjau ulang berbagai regulasi seperti  kebijakan fiskal.

Bagi pelaku industri dalam negeri sangat sulit untuk bersaing dengan industri di luar negeri. Industri dalam negeri harus membayar pajak sebesar 27,5%, dimana bagi industri dalam negeri ketika membeli bahan baku (role material) ke luar negeri sudah dikenakan pajak impor bahan baku sebesar 5%, sementara di negeri lain tidak dikenakan pajak, alias zero, 0% pajak impor.

Apalagi secara note bene TRK VALVES ini merupakan salah satu industri stategis penunjang di industri hulu migas. Dimana Minyak dan Gas sebagai industri strategis bagi indonesia sebagai penyumbang Angaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan juga migas sebagai daya dukung ketahanan energi bagi masyarakat luas.

Dalam Rencana  Pembangunan Jangka Pangjang ( RPJP) Nasional bahwa target indonesia di tahun 2030 akan bisa memproduksi Minyak sebesar 1 juta barel dan Gas 12 BCFD. Sementara ini produksi migas nasional masih di bawah target hanya bisa memproduksi minyak sebesar 705.000 barel per hari. Pada tahun 2022 ini pemerintah mematok produksi migas di APBN sebesar 1,7 juta berel per hari.

Tentunya untuk mencapai peningkatkan produksi migas dalam negeri salah satu upayanya agar kesiapan rantai pasok bagi industri penunjang di sektor hulu migas ini bisa terpenuhi dengan baik. Harapannya ada efisiensi biaya, stándar mutu produk  industri dalam negeri sudah mumpuni dan juga tepat waktunya delivery produk.

Dengan digagasnya Forum Kapasitas Nasional selama kurang lebih 1 tahun lebih ini di industri Migas, rantai pasok industri dalam negeri akan memberikan kontribusi besar untuk bisa mewujudkan target produksi migas 1 juta barel pada tahun 2030.  Dan tentunya juga digenjot pula pengembangan lapangan, penemuan cadangan-cadangan baru, serta mempersingkat perizinan dan juga membangun perizinan satu pintu.

BACA JUGA:   Menteri PU Ingin Transformasi Sampah Jadi Energi Bersih dan Berkelanjutan

Ditegaskan President Director TRK VALVES, Soni, bahwa produk kami sudah tidak diragukan lagi. “Kami telah memiliki standar kualitas internasional, baik itu standar USA, maupun UK. Lagi pula produk kami ini hanya satu-satunya di Asia Pasifik ini. “Dan produk kami ini telah diakui oleh pabrikan dari Italia. Dimana produk VALVES yang terbaik di dunia saat ini berasal dari Italia, dan TRK VALVES ini sudah diakuai kualitasnya oleh Italia ini”, tegas Soni kepada Top Business dalam kunjungan media visit ke kawasan pabrik di Cikande, Banten.

Dikatakan Soni,  tidak sedikit industri dalam negeri ini memiliki keungulan, baik itu dari segi mutu dan sudah bisa bersaing dengan produk luar negeri. Akan tetapi industri dalam negeri akan sulit bersaing dengan produk luar negeri karena industri dalam negeri terlalu besar biaya pajak dan fiskal yang harus dipikulnya yaitu 27,5% sementara indusrti luar hanya kisaran 15% saja. “Jadi bagaiman kita mau bersaing”, terang Soni.

Harapan Soni, pemerintah harus bijak dan harus menijau ulang kembali ketentuan fiskal ini. Jika pemerintah ingin menjadikan industri sebagai penyumbang dalam penghasil devisa bagi bagi negara, lantas juga industri sebagai penyerap tenaga kerja yang sangat besar, apalagi industri dengan padat teknologi pula.

“kita harus membangun dan mendukung tumbuh kembang industri dalam negeri, apalagi dengan target industri Go Global bisa masuk pasar dunia produknya. Jangan kita menjadi bangsa pengguna saja, apalagi sebagai penonton,” tegas Soni.

Previous Post

IHSG Terlihat Mendaki

Next Post

DAHANA Bantu Percepatan Penyelesaikan Tol Cisumdawu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR