Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini berpotensi kembali melemah.
Di laman Samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam laporan riset harian, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Kembali Melemah Hari Ini.
Pasar saham AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa (28/6). Dow Jones turun 1,56%, S&P 500 2,01%, dan Nasdaq 2,98%. Pasar bergerak negatif setelah rilis data consumer confidence index untuk bulan Juni, yang tercatat di level 98,7 (konsensus: 100, Mei 2022: 103,2), level terendahnya sejak Februari 2021.
Pasar komoditas bergerak cenderung menguat pada Selasa (28/6), harga batubara naik 0,15% ke level USD 376,45/ton, CPO 1,32% ke level MYR 4.985/ton dan harga minyak WTI 1,77% ke level USD 111,82/bbl. Sementara itu, harga emas turun 0,13% ke level USD 1.820,7/toz.
Bursa Asia ditutup menguat pada perdagangan Selasa (28/6). Nikkei 0,7%, Hang Seng dan Shanghai ditutup +0,9%. IHSG turun 0,3% ke level 6.997. Investor asing mencatatkan net sell Rp 852,4 miliar di pasar reguler, dan net sell sebesar Rp 643,2 miliar di pasar negosiasi. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBCA (Rp 401,8 miliar), BMRI (Rp 159,5 miliar), dan TLKM (Rp 130,1 miliar). Sementara itu, net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh UNTR (Rp 52,2 miliar), ICBP (Rp 32,2 miliar), dan MDKA (Rp 30,1 miliar). BYAN, BBRI, dan ASII menjadi top leading movers, sementara TLKM, BMRI, dan SMMA menjadi top lagging movers.
Terjadi penambahan 2.167 kasus baru COVID-19 pada Selasa (28/6) dengan positivity rate sebesar 3,5% (recovery rate: 97,2%, kasus aktif: 15.310).
Pagi ini pasar Asia dibuka merah dengan Nikkei 0,95% dan Kospi 1,28%. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini, mengikuti pergerakan bursa global dan regional,” demikian tertulis.
