Bogor-Thebusinessnews. PT BNI Syariah tengah menunggu pemerintah untuk menerbitkan produk Mudharabah Muqayyadah atau tabungan investasi untuk proyek pembangunan. Hal itu dipercaya akan dapat menurunkan besaran bagi hasil perbankan syariah.
Direktur Bisnis PT BNI Syariah,Iman Teguh Saptono menjelaskan produk tesebut sebenarnya telah banyak dimanfaatkan negara lain untukmendanai pembangunan. Namum sayangnya hingga saat ini pemerintah belum memanfaatkannya.” Kami hanya menunggu mandat dari pemerintah saja.” Ujar dia di Bogor, Sabtu(20/2/2016)
Padahal kata dia, produk tersebut dapat mendorong penurunan bagi hasil perbankansyariah. Sebab dana yang di dapat dari produk tersebut tergolong dana murah karena rantai produknya lebih ringkas. “Misalnya kami menerbitkan produk tersebut dengan bagi hasil 7 persen maka kami dapat menggunakan dalam pembiayaan dengan tingkat bagi hasil masih dalam singel digit.” Terang dia
Ia menambahkan, berbeda jika pemerintah Sukuk yang dananya tidak akan masuk ke perbankan syariah namum justru akan menyedot dana dari perbankan.” Pada akhirnya akan dapat berdampak pada kekeringan likuiditas perbankan.” Tutur dia
Sedangkan terkait risiko dari penggunaan dana tersebut di proyek pemerintah akan ditanggung sepenuh oleh pemerinta. ” Disamping itu kami juga dapat membentu cash management dari proyek itu.” Ujar dia.
Sebenarnya kata Iman, produk ini tidak saja dapat di manfaatkan oleh pemerintah tapi juga pihak swasta.(az)
