Jakarta-Thebusinessnews. Sepanjang tahun 2015 PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan bersih Rp 20,3 triliun atau tumbuh 2,3 persen ketimbang tahun lalu sebesar Rp 19,9 triliun. Namum disisi lain pajak yang disetorkan ke negara justru turun dari Rp 6,1 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp 6,0 triliun pada tahun 2015.
Hal itu disebabkan naiknya CKPN(cadangan kerugian penurunan nilai ). Pada tahun lalu hanya diangka Rp 5,529 triliun sementara tahun 2015 naik 145 persen menjadi Rp 12,042 triliun. Kenaikan itu menurut Direktur Keuangan BMRI, Kartika Wiryoatmodjo bahwa langkah itu diambil untuk mengantisipasi memburuknya kondisi ekonomi dan berdampak pada peningkatkan ratio kredit bermasalah.
” Perbankan diperboleh melakukan pencadangan lebih dari 100 persen dari kredit bermasalah malah bank bank besar bisa hingga 160 persen.” Terang dia di Jakarta,Selasa(23/2/2016 )
Namum pihaknya memasang angka 145 persen untuk CKPN , hal itu kata dia lagi untuk menjaga risiko penurunan kualiatas kredit.
Ia menambahkan pada lalu NPL ( non performence loan ) pada tahun 2015 gross meningkat menjadi 2,6 persen dari 2,15 persen tahun 2014. Kartiko menguraikan kenaikan itu seiring dengan pelemahan ekonomi global terutama pada negera tujuan eksport nasional yakni Tiongkok .” Portofolio kredit kami yang terdampak di sektor minyak dan gas.”ujar dia.
Semetara tahun ini pihaknya akan menekan NPL gross menjadi 2,5 persen. (Az)