Jakarta, TopBusiness—Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa selama dekade terakhir, sistem pembayaran berubah signifikan seiring inovasi, teknologi, dan mulai berkembangnya perspektif pembayaran lintas negara yang efisien.
“Namun, masih terdapat tantangan pembayaran lintas negara seperti berbiaya tinggi, cenderung lambat, akses terbatas, dan kurangnya transparansi,” kata dia secara tertulis pagi ini.
Berbicara dalam seminar “Cross Border Payment” yang turut menghadirkan lima gubernur bank sentral manca negara di kawasan Asean, Perry pun mengatakan bahwa dengan demikian, diperlukan berbagai terobosan baik di sisi teknologi maupun regulasi. Perlu pula penguatan kerja sama antar negara untuk ekonomi digital yang lebih inklusif.
“Hal ini akan memberikan manfaat secara luas kepada masyarakat, negara, dan industri,” kata dia.
Sekarang adalah masa depan digitalisasi pembayaran. Digitalisasi ekonomi dan keuangan telah menjadi inisiatif global, dan seluruh anggota G20 dan Financial Supervisory Board (FSB) telah sepakat memerkuat dan memprioritaskan pembayaran lintas batas.
Pada Presidensi G20 Saudi Arabia 2020, telah disepakati untuk disusunnya roadmap pembayaran lintas batas G20 untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dan menjadi panduan untuk mengembangkan konektivitas pembayaran.
Pada Presidensi G20 Indonesia 2022, digitalisasi pembayaran dan pembayaran lintas batas menjadi salah satu agenda prioritas, dan G20 bersama FSB bersepakat untuk meningkatkan inisiatif lintas batas hingga 2027.
“Inisiatif interlinking sistem pembayaran dibangun secara komprehensif termasuk harmonisasi protokol pertukaran data, dan pemantauan hasil implementasi roadmap tersebut,” pungkas Perry.
