Jakarta, TopBusiness—Semester pertama 2022, industri keramik mencatatkan empat investasi dengan total Rp17,7 triliun. Tiga investasi di antaranya tersebar di Kawasan Industri Kendal, Batang, dan Mojokerto, dengan total investasi sebesar Rp3,2 triliun. Kemudian yang keempat dari PT Kohler Manufacturing Indonesia yang merupakan perusahaan asal Amerika Serikat, dengan nilai investasi awal sebesar Rp14,5 triliun.
“Penambahan investasi ini diharapkan akan semakin memerkuat aliran rantai pasok keramik saniter nasional yang juga sejalan dengan program subtitusi impor sebesar 35% untuk mengoptimalkan sumber daya produksi dalam negeri,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, secara tertulis tadi pagi.
Saat ini, terdapat 10 perusahaan industri keramik saniter di Indonesia, tersebar di Jawa dan Sumatera.
Utilisasi produksi keramik saniter nasional sepanjang tahun 2015-2018 cenderung stabil di angka 89%, namun sempat menurun pada tahun 2019-2020 hingga 59% karena penurunan demand dan pelambatan ekonomi global karena pandemi Covid-19.
Pada tahun 2021, utilisasi subsektor ini kembali naik mencapai 62%.
“Sementara itu, kinerja ekspor keramik saniter pada semester pertama 2022 juga menunjukkan kenaikan sebesar 8,97% dibandingkan dengan semester pertama 2021,” kata menteri tersebut.
