Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Rabu (24/08/2022), berpotensi bergerak mendaki.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Menguat.
Pasar saham AS pada perdagangan semalam ditutup lebih rendah dengan Index Dow Jones -0,47%, diikuti S&P 500 0,22%, dan Nasdaq flat. Pergerakan pasar dipengaruhi oleh rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan dan rilis data ekonomi. Perusahan retail mencatatkan kinerja kuartalan yang positif, sedangkan rilis data aktivitas manufaktur dan jasa yang turun di Agustus meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya perlambatan ekonomi.
Pasar komoditas mayoritas bergerak menguat dengan CPO naik 1,78% ke level MYR 4.237/ton, emas 0,71% ke level USD 1.760,9/toz, harga minyak 3,9% ke level USD 93,75/bbl, sedangkan harga batubara turun 4,6% ke level USD 425/ton.
Kemarin, bursa Asia ditutup bervariasi dengan index Nikkei turun 1,1%, Hang Seng 0,5% dan Shanghai naik 0,2%. IHSG ditutup menguat 0,7% ke level 7.161. Asing mencatatkan net buy sebesar Rp 471,4 miliar di pasar reguler, dan net buy Rp 28,8 miliar di pasar negosiasi. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh ADRO (Rp 199,5 miliar), TLKM (Rp 178,7 miliar), dan PTBA (Rp 68,4 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (Rp 135,9 miliar), TBIG (Rp 49,4 miliar), dan MDKA (Rp 36,4 miliar). Top leading movers emiten GOTO, ADRO, TPIA, sementara top lagging movers emiten BBCA, BYAN, CPIN.
Terjadi penambahan 4.858 kasus baru COVID-19 pada hari Selasa dengan positivity rate sebesar 9,43%. Kasus aktif mencapai 48.503 kasus.
Pagi ini pasar Asia dibuka hijau dengan Nikkei 0,17% dan Kospi 0,7%. “Kami memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak menguat mengikuti pergerakan bursa regional dan pasar komoditas,” demikian tertera.
