TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Peserta BI-FAST Tambah 25 Bank, Integrasi Keuangan Digital Makin Cepat

Nurdian Akhmad
29 August 2022 | 10:37
rubrik: Ekonomi
Jelang Ramadhan, BI Sebut Ada Perbaikan Kinerja Penjualan Eceran

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Jumlah peserta BI-FAST per 29 Agustus 2022 bertambah sebanyak 25 bank, sehingga jumlah totalnya menjadi 77 peserta. BI akan terus memperkuat sinergi kebijakan dan implementasi BI-FAST dengan pelaku industri, dalam rangka mengintegrasikan Ekonomi Keuangan Digital (EKD) Nasional.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan 25 bank tersebut masuk sebagai peserta gelombang (batch) keempat. “Dengan penambahan tersebut, total peserta BI-FAST telah mencapai 77 peserta, termasuk peserta BI-FAST gelombang pertama, kedua, dan ketiga,” kata Erwin dalam keterangan persnya, Senin (29/8/2022).

 Sebanyak 77 peserta tersebut mewakili 85 persen dari pangsa sistem pembayaran ritel nasional. Hal ini merupakan komitmen BI dalam mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui perluasan peserta fast payment BI, yaitu BI-FAST.

BI-FAST adalah infrastruktur sistem pembayaran yang disediakan BI yang dapat diakses melalui aplikasi yang disediakan industri sistem pembayaran dalam memfasilitasi transaksi pembayaran ritel bagi masyarakat. Implementasi BI-FAST oleh peserta kepada nasabahnya akan dilakukan secara bertahap.

Operasionalnya sesuai dengan strategi dan rencana peserta dalam mempersiapkan kanal pembayaran bagi nasabahnya masing-masing. Dalam gelombang keempat ini, BI juga menambah layanan kebanksentralan melalui BI-FAST.

Tujuannya mendukung pelaksanaan tugas Bank Indonesia di bidang moneter, makroprudensial, serta sistem pembayaran dan pengelolaan uang Rupiah. Dengan semakin luasnya kepesertaan BI-FAST, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat termasuk stakeholder BI akan layanan sistem pembayaran ritel yang CEMUMUAH (Cepat, Mudah, Murah, Aman, Andal).

Layanan BI-FAST secara bertahap akan diperluas mencakup layanan //bulk credit//, //direct debit//, serta //request for payment//, dan ke depan //cross border retail payment//. BI mengharapkan dukungan dan partisipasi seluruh Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) untuk dapat memanfaatkan infrastruktur BI-FAST yang akan menjadi backbone infrastruktur sistem pembayaran ritel masa depan.

BACA JUGA:   OJK, BI, dan Pemerintah Gelar FEKDI - IFSE 2025, Percepat Transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital

Dengan adanya BI-FAST, diharapkan pelaku industri akan terus berinovasi dengan mengoptimalkan nilai tambah dari layanan BI-FAST yang berorientasi konsumen untuk meningkatkan inklusi ekonomi dan keuangan serta mengakselerasi pemulihan ekonomi melalui efisiensi transaksi.

Sebanyak 25 bank peserta diantaranya Bank BTPN, Capital Indonesia, CTBC, ICBC Indonesia, Index Selindo, UUS Jago, Jasa Jakarta, Mayapada, Mayora, Muamalat, UUS Nagari, Neo Commerce, Seabank, Maybank dan UUS Maybank, MNC Bank. Selain itu juga ada Bank Pembangunan Daerah (BPD).

BPD diantaranya Yogyakarta, UUS BPD Yogyakarta, Kalimantan Barat dan UUS, Kalimantan Selatan dan UUS, Sumatera Barat, Sumatera Selatan Bank Belitung dan UUS.

Tags: bi-fastKeuangan digital
Previous Post

Senin Awal Pekan, IHSG Tunjukkan Pengurangan Poin

Next Post

Dilantik jadi Ketua Pelti DKI, Erwin Suryadi Fokus Bina Atlet Muda

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR