TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Terkoreksi

Agus Haryanto
5 September 2022 | 05:52
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (5/09/2022) awal pekan, berpotensi terkoreksi.

Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Terkoreksi.

Pada penutupan Jumat lalu (2/9), pasar AS bergerak melemah. Dow Jones melemah 1,07%, S&P 500 1,07%, dan Nasdaq 1,31%. Perhatian pasar global pada minggu ini akan tertuju pada potensi kenaikan suku bunga ECB yang akan diumumkan pada hari Kamis (8/9) waktu setempat. Investor mengekspektasikan akan ada kenaikan 50 bps namun ada kemungkinan bahwa rate hike dapat meningkat hingga 75 bps.

Pasar komoditas terpantau bergerak cenderung menguat pada Jumat (2/9) kemarin. Minyak WTI menguat 0,74% ke level USD 87,25/bbl, Brent 1% ke level USD 93,28/bbl. Harga batubara flat di level USD 425/ton, nikel menguat 1,72% ke level USD 20.659, sedangkan CPO melemah 0,78% ke level MYR 3.830. Harga emas terpantau menguat ke level USD 1.722/toz).

Bursa Asia bergerak cenderung melemah pada Jumat (2/9) kemarin. Kospi melemah 0,26%, Nikkei 0,04%, Hang Seng 0,74%, sedangkan Shanghai menguat 0,05%.

IHSG pada hari Jumat (2/9) ditutup menguat 0,34% ke level 7.177, dengan net buy Rp 927,9 miliar. Pasar reguler asing mencatatkan net buy Rp 855,9 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy Rp 72 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 261,4 miliar), BBCA (Rp 144,2 miliar), dan BBNI (Rp 137,5 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak MDKA (Rp 34,3 miliar), SMGR (Rp 26,5 miliar), dan AKRA (Rp 20,1 miliar). Top leading movers adalah BBRI, BBCA, dan BBNI, sedangkan GOTO, MDKA, dan BMRI menjadi top lagging movers.

BACA JUGA:   Pasar Properti kian Positif, APLN Raih Pendapatan Rp4,26 Triliun Sepanjang 2021

Terjadi penambahan 2.764 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Minggu (4/9) dengan jumlah kasus sembuh yang lebih banyak sebanyak 3.751. Daily positive rate sebesar 12,32%, overall positive rate: 9,1%; infection rate: 0,7%; recovery rate: 96,9%; kasus aktif: 41.814.

Pagi ini Nikkei dibuka melemah 0,15% sedangkan KOSPI dibuka menguat 0,46%. “Kami memperkirakan IHSG akan koreksi pada hari ini, seiring dengan sentimen beragam dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.

Previous Post

Gabungan Laba Bersih 4 Bank Ini Capai Rp82,4 Triliun

Next Post

Saham Pilihan Hari Ini: Mitra Adi Perkasa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR