TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Residu Batu Bara PLTU Dijadikan Material Tanggul-Jalan di Demak

Achmad Adhito
5 September 2022 | 13:55
rubrik: Business Info
Residu Batu Bara PLTU Dijadikan Material Tanggul-Jalan di Demak

Jalan dan Tanggul dari Residu Batu Bara PLN di Demak (Foto: Istimewa)

Jakarta, TopBusiness—Residu batu bara (FABA/fly ash dan bottom ash) dari PLTU PLN, dimanfaatkan sebagai bahan material tanggul dan jalan yang kokoh sebagai penahan banjir, di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

FABA diolah menjadi beton yang digunakan untuk material pembangunan tanggul dan jalan akses sebagai salah satu solusi mengatasi rob di desa tersebut. “Pada tahap 1, jalan sepanjang 50 meter, lebar 4 meter serta ketinggian 80 cm telah selesai dibuat oleh PLN UIK Tanjung Jati B, dengan penyerapan FABA yang didapat lebih dari 50 persen,” kata pelaksana proyek tersebut, Edi Djatmiko, dalam keterangan tertulis siang ini.

Hasil uji laboratorium Universitas Diponegoro dan Dinas PUPR Kabupaten Demak sangat memuaskan yaitu antara K200–K400. “Dengan ini maka jalan sangat aman untuk dilalui dari sepeda motor, gerobak, mobil, sampai dengan truk bermuatan 10 ton,” Edi menjelaskan.

Edi mengatakan bahwa FABA mulai dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur sejak pertengahan 2021. Dia mengatakan, banyak manfaat yang dirasakan masyarakat dengan pemanfaatan FABA.

“Ada banyak manfaat yang didapat dari pemanfaatan FABA. Selain terbukti untuk infrastruktur, FABA ini juga dapat menekan anggaran hingga 40%,” ujar Edi.

Penasehat Senior Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Agus Pambagio menuturkan, pembangunan jalan dan tanggul dengan material FABA sangat bagus dan dibutuhkan oleh masyarakat Desa Bedono dan wilayah sejenis lainnya. “Program ini bisa disinergikan dengan Pemerintah Kabupaten Demak dan Provinsi Jawa Tengah, atau bahkan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” terang Agus Pambagio.

Sementara itu, Ketua Task Force Pemanfaatan FABA PLN, Daryanto, mengatakan, residu hasil proses pembakaran batu bara sudah banyak dimanfaatkan untuk jalan desa, paving block, batako, saluran air bahkan untuk pupuk.

BACA JUGA:   Program CSR Unggulan TGI, dari Pengembangan UMKM hingga Jargas

“Di banyak negara, FABA dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur dan media tanam, karena mereka sudah lama menerapkan aturan bahwa FABA bukan limbah B3. Kita juga tidak mau ketinggalan,” terang Daryanto.

Warga Desa Bedono selama 15 tahun terakhir dihantui banjir rob. Dengan hadirnya sebagian tanggul dan jalan akses tersebut, maka warga kini bisa nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Sudah ada tanggul dan akses jalan beton FABA sekarang, aman dari banjir rob. Sudah enggak khawatir jadi desa hilang, sekarang. Jalan yang dibangun dari FABA sudah menghubungkan kembali desa kami ke kabupaten,” ujar Kepala Desa Bedono Agus Salim.

Agus Salim menambahkan bahwa ada beberapa desa yang hilang karena banjir rob. Desa Bedono pun terancam hilang, karena wilayahnya sudah tergerus sepanjang 1 kilometer (km) karena rob. “Sejauh 1 km ke arah utara dari lokasi ini dulu adalah salah satu dusun di Desa Bedono, sekarang hilang karena rob,” imbuhnya.

Tags: fabapltu plnresidu batu baratanggul rob demak
Previous Post

Indonesia harus Realisasikan Motor Listrik

Next Post

OJK: Intermediasi Perbankan Meningkat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR