Jakarta, TopBusiness – Survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa tekanan inflasi diperkirakan menurun pada Oktober 2022. Namun, inflasi akan kembali melonjak pada Januari 2023.
“Ekspektasi Harga Umum (IEH) Oktober 2022 tercatat 135,3 lebih rendah dari 137,5 pada bulan sebelumnya. Sementara IEH Januari 2023 tercatat 144,7 atau lebih tinggi dari 138,5 pada bulan sebelumnya,” jelas Direktur Eksekutif BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi, Jumat (9/9/2022).
Responden juga memperkirakan kinerja penjualan eceran meningkat pada Agustus 2022. Hal ini tercermin dari pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang tumbuh 5,4 persen secara tahunan atau 202,8. Kenaikan ini ditopang oleh peningkatan penjualan kelompok makanan, minuman, tembakau.
Hasil survei BI juga mencatat, penjualan eceran tumbuh 1,3 persen secara bulanan pada Agustus 2022 setelah sebelumnya mengalami kontraksi dalam 3 bulan berturut. “Hal ini juga ditopang oleh penjualan kelompok makanan, minuman, tembakau, perbaikan kelompok suku cadang, serta aksesoris” ungkap Erwin
Sementara itu, untuk IPR Juli naik 6,2 persen secara tahunan. Hal itu didorong oleh kenaikan penjualan pada hampir seluruh kelompok barang, di antaranya pada sub kelompok sandang 59,4 persen secara tahunan dan kelompok bahan bakar kendaraan bermotor 67,2 persen.
Namun secara bulanan IPR Juli alami kontraksi 3,1% (mtm) namun sudah lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yang kontraksi 11,8%
