Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Rabu (21/09/2022), berpotensi melemah.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.
Bursa AS ditutup melemah pada Selasa (20/9). DJIA -1,01%, diikuti S&P500 1,13%, dan Nasdaq 0,95%. Investor melakukan aksi jual di pasar saham AS menjelang pengumuman suku bunga the Fed yang dijadwalkan pada Rabu (21/9) (pasar memperkirakan kenaikan suku bunga 75 bps).
Dari data ekonomi, angka pembangunan rumah baru (housing starts) melonjak 12,2% MoM pada Agustus, jauh di atas ekspektasi Dow Jones (+0,3%). Meski demikian, angka perizinan bangunan (building permits) justru anjlok 10% MoM, jauh di bawah ekpektasi (4,4%).
Dari pasar komoditas, harga Brent turun 1,38% menjadi USD 90,749/bbl, begitu juga emas 0,69%. Sementara itu, harga batu bara naik 0,51%, CPO 1,03 % ke RM 3.739 /ton, dan nikel 0,99%.
Bursa Asia ditutup menguat pada Selasa (20/9). Kospi +0,5%, menyusul Shanghai 0,2%, Hang Seng 1,2%.
IHSG cenderung flat (+0,02%) dan menutup sesi di level 7.197, dengan net buy asing keseluruhan Rp 241,1 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 219,1 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 22 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BMRI (Rp 462,2 miliar), disusul UNVR (Rp 72,2 miliar), dan ADRO (Rp 53,4 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (Rp 158,6 miliar), disusul TLKM (Rp 60 miliar), dan BUKA (Rp 43,6 miliar). GOTO, ASII, dan UNVR menjadi top leading movers, sementara BBRI, BBCA, dan TLKM menjadi top leading movers.
Terjadi penambahan 2.518 kasus baru COVID-19 di Indonesia kemarin, dengan positivity rate sebesar 6,68%. Sementara itu, 2.533 pasien dinyatakan sembuh (kasus aktif: 26.035).
Kospi dibuka melemah pada pagi ini (-0,62%), begitu pula dengan Nikkei (1,05%). “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini, sejalan dengan pergerakan bursa global dan regional,” demikian terlihat.
