TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Hadapi Tantangan Berat

Nurdian Akhmad
21 September 2022 | 15:33
rubrik: Ekonomi
FOTO – Diterjang COVID-19, Angka Kemiskinan Diprediksi Meningkat

Jakarta, TopBusiness – Pemerintah menargetkan, kemiskinan ekstrem turun hingga ke level 0% pada tahun 2024. Dengan kondisi saat ini, adanya pandemi dan geopolitik membuat upaya pengentasan kemiskinan ekstrem semakin berat.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)Laksana Tri Handoko menjelaskan, pada level makro, perlunya kebijakan agar bisa menjaga stabilitas inflasi dan bisa menumbuhkan ekonomi yang inklusif, serta menciptakan lapangan kerja.

“Kita dihadapkan pada kenyataan terjadinya kenaikan harga terutama berbagai komoditas pangan dan energi sebagai akibat dari situasi geopolitik eropa yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir,” ujar Handoko  dalam Webinar Mewujudkan Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2024, Rabu (21/9/2022).

Menurut Handoko, dari sisi mikro perlu adanya kebijakan yang mencakup kebijakan menurunkan beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan kelompok miskin, melalui program ekonomi produktif.

“Dan, juga menghadap rintangan yang tidak mudah khususnya isu-isu strategis yang menjadi tantangan pada level mikro adalah akurasi data dan sinergi antar program yang melibatkan berbagai kementerian lembaga dan dunia usaha,” ucap dia.

Handoko memaparkan, tingkat kemiskinan ekstrem setelah adanya pandemi saat ini kembali meningkat. Padahal, sebelum pandemi angka kemiskinan terus berangsur turun.

Berdasarkan data BPS, proporsi penduduk miskin ekstrem di Indonesia telah menurun secara signifikan yaitu dari 7,9% menjadi 3,7% pada tahun 2016, tetapi seiring dengan pandemi covid-19 menjadi 3,8% pada Maret 2020 dan 4,2% pada September 2020.

“Tetapi kemudian Alhamdulillah kembali menurun menjadi 3,79% pada September 2021 dan pada tahun 2024 diharapkan dapat mencapai 0%,” ucap Handoko.

BACA JUGA:   Petani Tolak Benih GMO dan Minta Revisi Permentan
Tags: brinkemiskinanPengentasan kemiskinan
Previous Post

Di Tengah Ketidakpastian Global, Shopee Indonesia Lakukan PHK Karyawan

Next Post

Sinergi Kimia Farma – Pertamedika IHC Wujudkan Ketahanan Kesehatan Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR