Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan Senin (26/09/2022) berpotensi lanjutkan koreksi.
Dalam laman samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi.
Bursa AS ditutup melemah pada Jumat (23/9). Dow Jones -1,62%, diikuti S&P 500 1,72%, dan Nasdaq 1,8%. Ketiga indeks utama pasar AS tersebut menutup pekan negatif kelima dalam enam pekan terakhir (Dow turun ke titik terendahnya tahun ini) seiring dengan makin besarnya ketakutan pasar terkait kemungkinan resesi global, terutama dengan lonjakan suku bunga acuan di banyak negara dan anjloknya sejumlah mata uang utama, salah satunya poundsterling Inggris yang jatuh ke titik terendahnya dalam lebih dari 30 tahun.
Pekan ini, perhatian pasar akan tertuju pada pidato sejumlah pejabat The Fed terkait potensi kenaikan suku bunga acuan 75 bps pada November mendatang.
Di samping itu, akan ada rilis sejumlah data ekonomi seperti US consumer confidence index (cons: 104), dan US durable goods orders (cons: -0,5%).
Pasar komoditas terpantau bergerak melemah pada Jumat (23/9). Minyak WTI turun ke level USD 79,43/bbl, Brent flat di level USD 85,03/bbl, batu bara melemah 1,99% ke level USD 435,6/ton, menyusul nikel 4,77% ke level USD 23.389, dan CPO 2,34% ke level MYR 3.673. Harga emas juga melemah 1,75% ke level USD 1.651/toz.
Bursa Asia bergerak melemah pada Jumat (23/9). Kospi melemah 1,81%, Nikkei 0,58%, Hang Seng 1,18%, dan Shanghai 0,66%.
IHSG pada hari Jumat (23/9) ditutup melemah 0,56% ke level 7.178, dengan net sell sebesar Rp 767,9 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 748 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 19,9 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBNI (Rp 116,7 miliar), BMRI (Rp 67,8 miliar), dan ADMR (Rp 64,8 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBNI (Rp 116,7 miliar), BMRI (Rp 67,8 miliar), dan ADMR (Rp 64,8 miliar). Top leading movers adalah AMRT, TBIG, dan SMGR, sedangkan BBRI, BBCA, dan TLKM menjadi top lagging movers.
Terjadi penambahan 1.411 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Minggu (25/9) (Daily positive rate: 7,74%; overall positive rate: 9,09%; infection rate: 0,3%), dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 2.569 (recovery rate: 97,2%; kasus aktif: 20.808).
Pagi ini Nikkei dibuka melemah 1,73% dan KOSPI 1,43%. “Kami memperkirakan IHSG akan kembali terkoreksi hari ini, seiring dengan sentimen negatif dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.
