TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perkuat Koordinasi untuk Mengendalikan Lonjakan Inflasi

Nurdian Akhmad
28 September 2022 | 13:42
rubrik: Ekonomi
FOTO – Harga Pangan Masih Normal di Puncak Kemarau

Konsumsi rumah tangga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi RI di tengah ancaman krisis ekonomi global. (Foto: Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman memproyeksikan inflasi tahun ini mencapai 6,5 persen. Kenakan ini dipicu peningkatan harga pangan baik dalam negeri maupun luar negeri serta kenaikan harga BBM bersubsidi.

Oleh karena itu, ia meminta semua pihak terus memperkuat koordinasi dan mewaspadai berbagai faktor untuk dapat mengendalikan lonjakan inflasi.

“Kita harus waspadai, ekspektasi inflasi dengan kenaikan harga BBM akan mendorong naiknya tarif angkutan yang juga akan mempengaruhi harga pada keranjang core. Ini sebabkan ekspektasi inflasi meningkat akhir tahun 6,5 persen, jauh lebih tinggi dari target inflasi keputusan pemerintah dan BI sebesar 3 plus minus 1 persen,”ucapnya dalam Diskusi Publik Memperkuat Sinergi untuk Menjaga Stabilitas Perekonomian, Rabu (28/9/2022).

Aida menjelaskan, komponen pangan bergejolak (volatile food) dari hortikultura turut menyumbang peningkatan inflasi dikarenakan faktor cuaca yang tidak kondusif. Selain itu, kenaikan harga komoditas pangan dipicu kendala dari sisi produksi barang antara waktu dan wilayah.

“Contohnya cabai merah besar dan cabai rawit betapa pasokan antara bulan tidak merata dan juga kelihatan perbedaan gap produksi yang terkadang rendah dan tinggi ini terjadi tahun ini. Sebelum Agustus produksi cabai alami penurunan sangat tinggi sehingga  harga alami peningkatan”tegasnya.

Aida menjelaskan bahwa BI berkomitmen untuk menjaga strategi pengendalian inflasi, tidak hanya menjaga suplai dan demand atau core inflation. Namun yang lebih penting mengendalikan volatile food.

“Kami bersyukur sudah punya tim pengendali inflasi pusat dan tim pengendali inflasi daerah yang tersebar di 542 kabupaten, kota dan provinsi,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memproyeksi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada September 2022 berpotensi mengerek inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada tahun ini tembus 6 persen (yoy).

BACA JUGA:   PT Pertani Luncurkan Inovasi Produk Terbaru Beras Dalam Kemasan Kontainer

Kenaikan harga BBM akan memberikan dampak second round effect terhadap kenaikan tarif angkutan umum hingga permintaan barang lainnya. Oleh karena itu, kenaikan inflasi akan meningkat tinggi pada September. Adapun pemerintah baru menerapkan penyesuaian harga BBM sejak (3/9) lalu.

Tags: bank indonesiaLaju InflasiLonjakan inflasi
Previous Post

Peran Strategis Jalan Tol bagi Masyarakat Sekitar Ogan Komering Ilir

Next Post

Rumah RISHA Garapan HK Meraih Rekor MURI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR