TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perkuat Budidaya Nilam, BSI dan BSI Maslahat Gandeng Universitas Syiah Kuala

Busthomi
30 September 2022 | 08:03
rubrik: Ekonomi
Perkuat Budidaya Nilam, BSI dan BSI Maslahat Gandeng Universitas Syiah Kuala

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama BSI Maslahat menjalin perjanjian kerja sama dengan Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala, untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha budidaya nilam di wilayah Aceh.

Kerja sama ini juga diharapkan bisa meningkatkan kualitas minyak nilam Aceh yang merupakan komoditas unggulan Indonesia, dan mendukung pemulihan ekonomi  melalui program pemberdayaan.

Direktur Penjualan & Distribusi BSI, Anton Sukarna  mengatakan dalam kerja sama ini, BSI dan BSI Maslahat berperan melaksanakan program UMKM BSI bagi masyarakat pelaku budidaya Nilam di wilayah Aceh.

Sementara ARC Universitas Syiah Kuala memberikan dukungan agar Program UMKM BSI Klaster Minyak Nilam dapat berhasil dan produk kualitas minyak nilam dapat meningkat, dengan melakukan pendampingan menyerap hasil budidaya minyak nilam.

“Harapannya ARC Universitas Syiah Kuala mendampingi dan menyerap hasil panen minyak nilam dari petani binaan BSI Maslahat yaitu masyarakat yang kurang mampu/mustahik. Dari satu hektar lahan bislasanya mampu menghasilkan 200 kg nilam,” katanya, dikutip Jumat (30/9/2022).

Adapun, kata dia, harga minyak nilam itu mencapai Rp 500.000 – 600.000 per kilo. Lahan  eksisting saat ini mencapai 15 hektar. Sementara jumlah penerima manfaatnya ada 50 orang.

ARC Universitas Syiah Kuala adalah lembaga yang didirikan untuk mengangkat kembali minyak nilam yang merupakan komoditas unggulan Aceh. Minyak nilam sendiri memiliki sejarah panjang di Aceh sejak zaman Belanda. ARC dinilai sudah berpengalaman dalam mengurus nilam. 

Rencananya BSI dan BSI Maslahat akan menyiapkan program khusus untuk mengangkat potensi komoditas nilam Aceh. Produk minyak nilam tersebut saat ini dapat dijumpai di UMKM Center BSI di Aceh. Pada tahun 2022 ini, BSI menargetkan produk minyak nilam asal Aceh dapat menjadi komoditas ekspor asal Aceh. 

BACA JUGA:   Menko Airlangga: Ekonomi Sirkular Berpotensi Tambah PDB Ratusan Triliun Rupiah

“BSI Maslahat akan terus berkolaborasi  dengan ARC Universitas Syiah Kuala dan  kembali menghidupkan gairah produksi minyak nilam. Harapannya dengan perjanjian kerja sama dengan Univesitas Syeih Kuala melalui ARC dapat mendampingi petani nilam agar mampu bersaing di pasar.”

Direktur Innovation & Empowerment BSI Maslahat, Fauzi Indrianto menambahkan dengan adanya kerjasama antara BSI Maslahat dan ARC USK, diharapkan bisa memincu adanya akselerasi dan percepatan agar program UMKM BSI klaster Minyak Nilam. “Sehingga tujuan yang ada bisa cepat dan tepat tercapai sesuai harapan,” kata Fauzi.

FOTO: Istimewa

Tags: bsibsi maslahatuniversitas syiah kuala
Previous Post

Terapkan Konservasi Energi, SBI Pabrik Cilacap Gaet Penghargaan Level ASEAN

Next Post

Meski Permintaan Energi Masih Tinggi, Indonesia Diminta Segera Transisi ke Ekonomi Hijau

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR