TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dampak Kenaikan Harga BBM Masih Akan Terasa Hingga Akhir 2022

Nurdian Akhmad
5 October 2022 | 09:39
rubrik: Ekonomi
FOTO – Pemerintah Bebaskan Impor Bawang Putih

Aktivitas perdagangan di Pasar Kebayoran Baru. (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Ekonom senior DBS Group Research Radhika Rao memperkirakan, dampak kenaikan harga BBM ini masih belum akan berhenti di September 2022 saja. Dampak susulan masih akan terasa hingga akhir tahun 2022.

“Dengan beberapa provinsi belum mencerminkan kenaikan harga BBM dalam biaya transportasi lokal, kami memperkirakan dampak terhadap segmen lain dan dampak susulan akan merembes di kuartal IV-2022,” tulis Senior Economist DBS Bank, Radhika Rao dalam keterangan pers tertulisnya yang dikutip Rabu (5/10/2022).

Mengutip dataBadan Pusat Statistik (BPS), laju inflasi bulan September 2022 mencapai 1,17 persen secara bulanan atau month over month (mom) dan secara tahunan mencapai 5,95 persen.

Kabar baiknya, di tengah peningkatan harga BBM, harga pangan di Indonesia mulai menurun karena pasokan yang lebih stabil.

Selain itu, harga minyak menunjukkan penurunan sehingga ada penurunan harga BBM non subsidi akhir-akhir ini. Kondisi ini mampu menekan inflasi untuk tak bergerak liar.

Selain itu, seperti kita ketahui, Bank Indonesia (BI) dan pemerintah juga melakukan berbagai upaya untuk menekan inflasi baik dari sisi suplai (cost-push inflation), maupun dari sisi permintaan (demand-pull inflation).

Dari sisi cost-push inflation, pemerintah dan BI bersinergi untuk menjaga pasokan pangan dan distribusi yang lebih mumpuni. Dengan demikian, harapannya inflasi pangan akan lebih terkendali.

Sedangkan dari demand-pull inflation, BI telah menaikkan suku bunga acuan dengan total 75 basis poin (bps) pada Agustus 2022 dan September 2022.

Dengan berbagai peristiwa tersebut, Radhika memperkirakan inflasi Indonesia di sepanjang tahun 2022 untuk bergerak di bawah rata-rata 5 persen yoy. Meski begitu, ini tetap melampaui batas atas target BI yang sebesar 4 persen yoy.

BACA JUGA:   Harga Pangan Turun Picu Deflasi pada September 2019
Tags: harga bbminflasiKenaikan harga BBM
Previous Post

Biznet Gio dan Lyrid Luncurkan Otomatisasi Microservice

Next Post

Kimia Farma Gandeng Bank Mandiri Permudah Akses Layanan Kesehatan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR