TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

ID FOOD Perluas Ekosistem Peternakan di Bali, Dorong Kemandirian Pangan Lokal

Albarsyah
10 October 2022 | 10:09
rubrik: BUMN
ID FOOD Perluas Ekosistem Peternakan di Bali, Dorong Kemandirian Pangan Lokal

Jakarta, TopBusiness – Sebagai upaya pemerataan ketersediaan pangan, Holding Pangan ID FOOD kembali memperluas ekosistem pangan, khususnya komoditas sapi di Provinsi Bali. 

Sinergi Pemerintah, Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH) Kementerian Pertanian, Dinas Peternakan Provinsi Bali, Tokoh masyarakat hingga Akademisi lokal Bali diantaranya Universitas Udayana, Universitas Warmadewa dan IPB University.

Direktur Komersial Holding Pangan ID FOOD, Ardiansyah Chaniago mengatakan kontribusi ID FOOD dalam program perluasan ekosistem peternakan terintegrasi ini merupakan solusi untuk ketersediaan komoditas sapi di wilayah lokal Bali. Pasalnya, wilayah ini merupakan destinasi wisata yang diminati baik domestik maupun mancanegara.

“Bali merupakan wilayah destinasi wisata favorit, oleh karenanya terdapat potensi kebutuhan pangan sapi untuk di restaurant maupun perhotelan lokal,”ujar Ardiansyah dalammketeranganresminya kepada Top Business.

Selain itu Vice President Agro Holding Pangan ID FOOD, Ferry Fardiansyah Marzuki menambahkan bahwa melalui program ini, ID FOOD bersama peternak Dinas Peternakan, dan stakeholder lainnya akan berperan dalam ekosistem peternakan terintegrasi, mulai dari proses unloading sapi ke tempat kandang penampungan, pemeriksaan Ante mortem, penyembelihan, penggantungan sapi, deboning, penyimpanan di cold storage hingga distribusi daging.

“ID FOOD dorong kurangi ketergantungan impor daging, karena tidak dipungkiri restaurant ataupun perhotelan lokal di wilayah Bali banyak terdapat impor, padahal daging sapi Bali memiliki banyak keunggulan. Mengurangi impor dan menciptakan kemandirian pangan lokal,” jelasnya lagi.

Ferry melanjutkan program penguatan sektor peternakan terintegrasi ini pun telah dilakukan trial pemotongan sapi di Rumah Potong Hewan – Ruminansia (RPH-R) di Kabupaten Badung beberapa hari lalu dan disaksikan oleh tokoh masyarakat Bali yang juga Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dinas yang membidangi Peternakan di Kota/Kabupaten se-Bali, Kepala Dinas yang membidangi Peternakan Kab. Indramayu, pelaku usaha daging dan sapi Bali, perguruan tinggi (Fakultas Peternakan IPB University dan Fakultas Peternakan Universitas Udayana), Balai Besar Veteriner Denpasar.

BACA JUGA:   Erick Thohir Pastikan Progress Pembangunan Jalan Tol Sesuai dengan Target

“Upaya penguatan sektor peternakan ini juga mendorong Peternak untuk melakukan peningkatan penggemukan sapi agar ukuran sapi semakin berbobot, peternak pun sejahtera dengan hilirnya didistribusikan ke industri perhotelan, UMKM dan lainnya,” terangnya.

Previous Post

SKK Migas Apresiasi Rehab DAS PHM yang telah Capai 1,37 Juta Pohon

Next Post

MES jadi Pendongkrak Perekonomian Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR