Jakarta, TopBusiness – Selain memperkuat komitmennya dalam memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), PT Samsung Electronic Indonesia (SEIN) berupaya meningkatkan ekspor ponsel pintar (smartphone) dari Indonesia. Salah satu yang dilakukan adalah ekspor ke Singapura.
Samsung juga membuka peluang kerja ratusan anak muda dan mendongkrak surplus neraca perdagangan Indonesia.
“Samsung berkomitmen mendukung pemerintah dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor di pabrik Samsung di Indonesia,” kata Presiden PT SEIN Simon Lee di sela pelepasan ekspor smartphone yang diproduksi PT Samsung Electronic Indonesia di Cikarang Utara, Jawa Barat, ke Singapura, Kamis (13/10/2022).
Samsung telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknologi bagi anak muda Indonesia melalui pusat penelitian dan pengembangan yang disebut Samsung Research Indonesia (SRIN). Selain itu memiliki beberapa program tanggung jawab sosial perusahaan yakni Samsung Innovation Campus, Samsung Tech Institute, dan Samsung Smart Learning Class.
Permintaan talenta digital, kata Simon Lee, di setiap industri terus meningkat. Samsung telah melatih lebih dari 1.500 siswa dan 190 guru dari 87 sekolah menengah kejuruan dan yang setara melalui program tanggung jawab sosial perusahaan ‘Samsung Innovation Campus’.
“Ada ratusan anak muda berbakat yang bekerja dan mengembangkan diri bersama SRIN. Ini adalah komitmen kami sebagai perusahaan teknologi terkemuka untuk membuka peluang dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak muda Indonesia,” tutur dia.
Acara pelepasan ekspor ponsel pintar (smartphone) yang diproduksi SEIN ke Singapura ini dilakukan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan.
“Presiden Joko Widodo mengarahkan kepada kami untuk bekerja sama dengan semua pihak untuk meningkatkan ekspor. Salah satunya dengan Samsung, kami hadir melepas ekspor sebagai bentuk dukungan dari pemerintah,” kata Mendag.
Menurut Mendag, Samsung telah mengekspor sebanyak 8 juta unit produknya ke beberapa negara sejak 2018 hingga kuartal III tahun ini. Adapun produk yang diproduksi di Cikarang Utara diperuntukkan bagi 70 persen pasar domestik dan 30 persen pasar ekspor, baik ke Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina.
Mendag memaparkan sektor elektronik merupakan salah satu sektor unggulan dan prioritas dalam penerapan Industri 4.0. Sektor tersebut juga menjadi kontributor ekspor ke empat terbesar Indonesia.
Pada 2021, lanjut Mendag, ekspor elektronik Indonesia mencapai 14,1 miliar dolar AS dengan pertumbuhan mencapai 6,4 persen. Sedangkan pada periode Januari-Juli 2022 nilai ekspor elektronik Indonesia mencapai 9,4 miliar dolar AS atau naik 18,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,93 miliar dolar AS.
“Dengan mengusung Industri 4.0, kami berharap Indonesia makin menjadi salah satu negara ekspotir elektronik utama dengan pangsa pasar yang terus meningkat,” ujar Mendag.
