Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini diperkirakan melemah.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team menyatakan bahwa IHSG Diperkirakan Bergerak Melemah.
Bursa AS semalam ditutup mayoritas melemah,ditandai dengan DJIA -1,6%, S&P500 2,5%, dan Nasdaq 3,4%, setelah The Fed kembali menaikan suku bunga sebesar 75bps untuk melawan inflasi dan mengumumkan akan tetap melakukan kenaikan suku bunga ke depan.
Selain itu pelaku pasar menantikan data neraca dagang dan initial jobless claim yang akan dirilis nanti malam.
Pasar komoditas terpantau bergerak mayoritas menguat minyak naik 3,3% ke level USD 89/bbl, batu bara 0,4% ke level USD 363/ton, nikel 2,4% menjadi USD 24,010/ton, sedangkan emas -0,6% menjadi USD 1.639/ toz.
Bursa Asia kemarin ditutup bervariasi. Kospi +0,1%, Hang Seng 2,4%, Shanghai 1,2%, dan Nikkei -0,1%.
Di perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 0,5% ke level 7.016, dengan net sell asing di pasar reguler sebesar Rp 50 miliar dan di pasar negosiasi Rp 318 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh GOTO (Rp 75 miliar), BBRI (Rp 58 miliar), dan PNLF (Rp 56 miliar). Sementara itu, net sell asing tertinggi dicatatkan oleh TLKM (Rp 251 miliar), BMRI (Rp 106 miliar), dan ASII (Rp 89 miliar). Top leading movers adalah GOTO, MDKA, BRPT dan top lagging movers adalah TLKM, BMRI, BBRI.
Terjadi penambahan 4.873 kasus baru COVID-19 kemarin dengan positivity rate sebesar 16,0% (recovery rate: 97,1%, kasus aktif: 30.053).
Pagi ini pasar regional dibuka melemah dengan Kospi 1,7% dan Nikkei 0,4%. “Dengan sentimen dari bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak melemah,” demikian tertulis.
