TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

LPEM UI: Jaga Rupiah, BI Rate Perlu Dinaikkan Jadi 5,25 Persen

Nurdian Akhmad
17 November 2022 | 10:33
rubrik: Ekonomi
Likuiditas Baik, Perbankan Diminta Tak Buru-buru Naikkan Suku Bunga

ilustrasi: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB Universitas Indonesia (UI) menilai Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang menaikkan suku bunga BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Kenaikan suku bunga ini untuk merespons era meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global dan apresiasi dollar Amerika Serikat (AS).

“Mempertimbangkan tingkat inflasi saat ini yang telah berada di atas kisaran target bank sentral selama lima bulan, BI perlu meningkatkan suku bunga kebijakan sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen bulan ini untuk menjaga stabilitas rupiah,” ujar Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky dalam keterangannya yang dikutip, Kamis (17/11/2022).

Sebagai informasi, BI melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 16 dan 17 November ini untuk menentukan kebijakan moneter yang paling tepat di tengah situasi perekonomian nasional dan global saat ini.

Menurut Riefky, peningkatan suku bunga acuan BI akan membantu membatasi jumlah arus modal keluar, mencegah depresiasi rupiah lebih lanjut, dan membatasi tekanan inflasi dari barang-barang impor.

Selain itu, untuk menjaga spread yang menarik dengan suku bunga acuan The Fed, yang mana pada awal November dinaikkan lagi sebesar 75 bps, membuat targetnya saat ini berada di kisaran 3,75 persen hingga 4,00 persen.

Dia menjelaskan ruang menaikkan suku bunga acuan BI masih tersedia karena ekonomi nasional yang tumbuh lebih tinggi dari perkiraan, yakni sebesar 5,72 persen year on year (yoy) pada triwulan-III 2022, naik dari sebelumnya sebesar 5,44 persen yoy pada triwulan-II 2022.

“Ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi dari perkiraan pada triwulan ketiga, yang memungkinkan Bank Indonesia memiliki fleksibilitas untuk melanjutkan kebijakan pengetatan lebih jauh,” kata Riefky.

BACA JUGA:   3 Taktik Ekonomi Sirkular untuk Sektor Keuangan

Dia menjelaskan pertumbuhan pada triwulan-III 2022 terjadi berkat konsumsi rumah tangga dan ekspor yang tumbuh solid masing-masing sebesar 5,39 persen yoy dan 21,64 persen yoy, karena Indonesia masih menikmati tingginya harga komoditas global.

“(Selain itu) Pertumbuhan konsumsi rumah tangga didorong oleh meningkatnya pengeluaran rumah tangga kelas menengah ke atas, yang menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi terus berlanjut dan menguat meskipun menghadapi tantangan global,” kata Riefky.

Tags: bank indonesiabi rateLPEM UI
Previous Post

Kolong Flyover Purwosari Kini jadi Ruang Publik Interaktif

Next Post

Danai 25 Startup, Telkom Himpun Rp 6,10 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR