TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BI: Neraca Pembayaran RI Tetap Kuat

Achmad Adhito
18 November 2022 | 14:56
rubrik: Ekonomi
Modal Asing Masuk, Kurs Rupiah Menguat

Foto: Dhi/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness—Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III 2022 tetap kuat menopang ketahanan eksternal. Transaksi berjalan pada triwulan III 2022 terus menunjukkan kinerja yang solid ditandai dengan peningkatan surplus sehingga dapat menahan tekanan terhadap NPI akibat tekanan pada transaksi modal dan finansial, sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, menjelaskan di Jakarta hari ini bahwa dengan perkembangan tersebut, NPI pada triwulan III 2022 mencatat defisit 1,3 miliar Dolar AS. Dan posisi cadangan devisa pada akhir September 2022 tercatat sebesar 130,8 miliar Dolar AS. Atau setara dengan pembiayaan 5,7 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional.

Kinerja transaksi berjalan pada triwulan III 2022 semakin solid dengan melanjutkan tren peningkatan surplus, didukung oleh kinerja ekspor nonmigas yang semakin kuat. Transaksi berjalan mencatat surplus sebesar 4,4 miliar Dolar AS (1,3% dari PDB), lebih tinggi dari capaian triwulan sebelumnya sebesar 4,0 miliar dolar AS (1,2% dari PDB).

Erwin menjelaskan bahwa membaiknya kinerja transaksi berjalan tersebut bersumber dari peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas seiring dengan tetap kuatnya permintaan ekspor dari negara mitra dagang dan harga komoditas global yang masih tinggi. Serta berkurangnya defisit neraca perdagangan migas sejalan dengan penurunan harga minyak dunia. Defisit neraca pendapatan primer juga sedikit lebih rendah seiring dengan penurunan pembayaran imbal hasil investasi langsung.

Di sisi lain, defisit neraca jasa tercatat lebih tinggi sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat dan berlanjutnya pemulihan ekonomi domestik. Surplus neraca pendapatan sekunder juga sedikit turun sehingga menahan peningkatan surplus transaksi berjalan lebih lanjut.

BACA JUGA:   AP I Nilai Investasi Bandara Positif

Kinerja transaksi modal dan finansial pada triwulan III 2022 ditopang oleh investasi langsung di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Transaksi modal dan finansial mencatat defisit sebesar 6,1 miliar Dolar AS (1,8% dari PDB), lebih tinggi dibandingkan dengan defisit 1,2 miliar Dolar AS (0,3% dari PDB) pada triwulan II 2022.

Investasi asing langsung, membukukan surplus yang tetap tinggi sejalan dengan optimisme investor terhadap prospek perbaikan ekonomi dan iklim investasi domestik yang terjaga. Sementara itu, aliran keluar neto investasi portofolio meningkat akibat ketidakpastian di pasar keuangan global yang semakin tinggi dan kebutuhan pembayaran surat utang swasta yang jatuh tempo. Transaksi investasi lainnya juga mencatat kenaikan defisit disebabkan oleh peningkatan aset swasta, terutama yang terkait dengan operasional kegiatan usaha.

“Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat bauran kebijakan yang didukung koordinasi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal,” kata Erwin.

Previous Post

2 Poin Presidensi G20 Paralel dengan Strategi Inovasi Kemenperin

Next Post

Bulog: Pasokan Beras Aman untuk Enam Bulan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR