TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bank Mandiri Turunkan Suku Bunga Kredit Perumahan 50 bps

Nurdian Akhmad
31 March 2016 | 17:24
rubrik: Finance
Jakarta-Thebusinessnews– PT Bank Mandiri Tbk(BMRI) menurunkan suku bunga kredit sektor produktif di segmen korporasi, komersial dan Small Medium Enterprise (SME) sebesar 25 basis poin yang berlaku 1 April 2016. Penurunan suku bunga dilakukan seiring dengan turunnya biaya dana Bank Mandiri.

Menurut Sekretaris Perusahaan  BMRI Rohan Hafas, selain menurunkan suku bunga di segmen tersebut, Bank Mandiri juga menurunkan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) hingga 50 basis poin(bps)

“Penurunan suku bunga ini diberlakukan untuk customer secara selektif dan diharapkan dapat mendorong perekonomian Indonesia tumbuh ke arah yang lebih baik,” kata Rohan di Jakarta, Kamis (31/3).

Rohan memastikan bahwa kinerja Bank Mandiri tidak akan terpengaruh oleh penerapan suku bunga rendah ini karena perseroan juga mendorong peningkatan sumber dana murah. Saat ini, Bank Mandiri memulai penerapan suku bunga rendah single digit dengan mengoptimalkan penyaluran Kredit usaha rakyat (KUR).

Bank Mandiri akan meyalurkan KUR hingga Rp 13 triliun, meningkat dibandingkan alokasi tahun lalu sebesar Rp 3,5 triliun. Pada akhir tahun lalu, Bank Mandiri mencatatkan penyaluran kredit hingga Rp 595,5 triliun, tumbuh 12,4% dari posisi 2014 senilai Rp530 triliun. Perseroan terus memacu pembiayaan ke sektor produktif, dimana pada akhir 2015, kredit ke sektor produktif tumbuh 13,0 persen mencapai Rp 463,8 triliun.

Lebih rinci, kredit investasi tumbuh 14,2 persen dan kredit modal kerja tumbuh 12,3 persen. Sektor terkait infrastruktur, yaitu konstruksi mencatat akselerasi pertumbuhan sebesar 4,2 persen diikuti oleh industri pengolahan sebesar 21,7 persen

Dilihat dari segmentasi, kenaikan penyaluran kredit terjadi di seluruh bisnis, dengan pertumbuhan tertinggi pada segmen mikro yang mencapai 22,9 persen menjadi Rp 42,5 triliun pada Desember 2015. Jumlah nasabah kredit mikro juga meningkat sebanyak 1.108.992 nasabah. Sementara itu, kredit yang tersalurkan untuk segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mencatat pertumbuhan sebesar 3,2 persen menjadi Rp 75,8 triliun.(red)

BACA JUGA:   OJK Minta Margin Bank Dukung Penurunan Suku Bunga Kredit

 

Previous Post

OJK Dan Bank Of Thailand Capai Kata Sepakat

Next Post

Penjualan ASII Turun Empat Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR