TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Broker Senior: Properti 2023 Tumbuh di Sela Tekanan

Achmad Adhito
25 November 2022 | 08:52
rubrik: Business Info
FOTO2 BURSA EFEK

Apartemen di Jakarta (Dhi/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness—Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Lukas Bong mengatakan, tahun 2022, pasar properti terus tumbuh. Ada banyak faktor yang mendorong industri properti di tahun 2022. Antara lain, pandemi Covid-19 yang semakin terkendali, relaksasi dan banyaknya stimulus di sektor properti.

“Juga ada strategi pengembang yang jitu seperti memasarkan rumah seharga di bawah Rp1 miliar dengan memerkecil luasan tanah dan bangunan, juga desain yang menarik dan fungsional,” kata Lukas (24/11/2022) di Jakarta, dalam acara yang digelar AREBI.

Untuk tahun 2023 mendatang, AREBI optimistis pasar properti tetap bertumbuh walapun tekanan terhadap pasar properti sangat besar antara lain tingginya tingkat inflasi, naiknya suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI-7 Day (Reverse) Repo Rate (BI7DRR), ancaman resesi tahun 2023, dan memasuki tahun politik.

“Kebutuhan properti di Indonesia sangat besar akibat populasi yang terus meningkat, backlog perumahan tinggi, dan properti tidak hanya kebutuhan utama tetapi juga menjadi investasi yang aman dan menguntungkan,” kata Lukas Bong.

AREBI meminta agar pemerintah kembali melakukan relaksasi di sektor properti dan memberikan berbagai stimulus untuk mendorong industri properti di tengah semakin banyaknya tekanan.

“Seperti pemberian kembali insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100% yang terbukti efektif meningkatkan daya beli masyarakat,” ujar Lukas Bong seraya mengatakan AREBI juga berharap pada akhir tahun 2023 suhu politik tidak memanas menjelang pemilu 2024.

“Time to buy properti terus berlanjut buat investor maupun end user karena pengembang akan terus menekan harga supaya produk tetap laku perbankan juga masih memberikan suku bunga yang bersahabat. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan agar semakin memudahkan aksesibilitas kawasan. Nanti kalau ekonomi pulih, harga properti pasti akan meroket lagi,” kata Lukas Bong.

BACA JUGA:   PUPR Gaet Status Laporan Keuangan WTP
Tags: arebilukas bongpasar properti
Previous Post

AREBI Gelar Rakernas dan The Biggest Real Estate Summit

Next Post

Pelaku Industri Minta Kenaikan Cukai Rokok 2023 Ditunda

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR