TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Produksi dan Ekspor Baja RI Meningkat

Nurdian Akhmad
2 December 2022 | 14:13
rubrik: Business Info
Buruh Ingatkan Pemerintah Bahayanya Serbuan Baja Impor

Jakarta, TopBusiness – Ekspor produk baja mengalami peningkatan pesat dalam lima tahun terakhir. Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, I Gusti Putu Suryawirawan di acara The Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) Business Forum 2022 di Surabaya, Jumat, 2 Desember 2022.

“Ekspor produk baja meningkat pesat dari 1,3 juta ton pada tahun 2017 menjadi 5,2 juta ton pada tahun 2021 dengan volume produksi meningkat dari 7,9 juta ton menjadi 14 juta ton pada kurun waktu yang sama,” kata I Gusti Putu Suryawirawan dalam keterangannya.

Putu mengatakan meskipun kinerja industri baja nasional mengalami perbaikan dari sisi ekspor dan produksi, namun demikian tingkat utilisasi kapasitas industri baja nasional masih di bawah 60 persen. Kondisi ini terutama disebabkan oleh masih tingginya produk impor yang masih mencapai 6,6 juta ton pada tahun 2021.

“Kami berharap agar kebijakan P3DN (Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri) dan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) harus terus diterapkan khususnya dalam menghadapi kelebihan kapasitas produksi regional dan global serta munculnya praktik perdagangan tidak adil (unfair trade),” ucap Putu.

Selain itu, lanjut Putu, perlu terus digalakkan standardisasi produk baja untuk perlindungan konsumen dan menciptakan kondisi perdagangan yang adil.

“Kebijakan investasi yang tepat juga dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan kapasitas pada sektor yang masih membutuhkan investasi dan mengendalikan investasi pada sektor yang telah mengalami kelebihan kapasitas,” ujarnya.

Konsumsi Baja Naik

Sementara itu, Ketua Umum The Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) Silmy Karim menyampaikan industri baja nasional saat ini masih pada tahap pertumbuhan awal yang akan terus meningkat pesat seiring pertumbuhan ekonomi nasional.

BACA JUGA:   Ganti Silmy Karim, Krakatau Steel Gelar RUPSLB

Ia menyampaikan konsumsi baja per kapita Indonesia saat ini masih kurang dari 70 kg per kapita per tahun, jauh tertinggal dari Korea Selatan 1.076 kg, Tiongkok 667 kg, Jepang 456 kg, dan Amerika Serikat 291 kg per kapita.

“Dari data tersebut dapat kita simpulkan bahwa peluang berkembangnya industri baja nasional masih sangat besar, sehingga kita dorong agar industri baja nasional dapat terserap oleh kebutuhan dalam negeri,” katanya.

Silmy menyampaikan hal itu saat meresmikan IISIA Business Forum 2022 (IBF 2022), yang dilaksanakan pada 1-3 Desember 2022 di Surabaya, Jawa Timur, dengan menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Dia memaparkan konsumsi baja Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan konsumsi baja per kapita negara tetangga ASEAN, seperti Malaysia 210,5 kg, Thailand 233,3 kg, dan Singapura 273,5 kg per kapita.

Dari sisi produksi, Indonesia saat ini baru memproduksi baja kasar sebanyak 14,3 juta ton, jauh tertinggal dari Tiongkok 1.032,8 juta ton, India 118,2 juta ton, Jepang 96,3 juta ton, Amerika Serikat 85,8 juta ton, Rusia 75,6 juta ton, dan Korea Selatan 70,4 juta ton.

Tags: ekspor bajaproduksi bajaSilmy Karim
Previous Post

Sinergi Kuat Pusat-Daerah Dukung Penurunan Inflasi

Next Post

Perkiraan Terbaru Harga Minyak, dari ICDX

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR