Jakarta, TopBusiness – Jajaran Manajemen Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melakukan kunjungan kerja ke Onshore Receiving Facilities (ORF) PC Ketapang II Ltd. (PCK2L) yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur, untuk menyaksikan kegiatan lifting akhir tahun 2022.
Pada kunjungan kerja tersebut, turut hadir Pengawas Internal SKK Migas Eko Indra Heri beserta jajaran SKK Migas dari Divisi Operasi dan Komunikasi.
Hingga akhir tahun 2022, PCK2L telah berhasil merealisasikan lifting minyak sebanyak 2,766,401 bbl dan juga total penjualan gas sebanyak 13,189 MMSCF. PCK2L juga mencatatkan capaian kerja operasional yang membanggakan. Sampai dengan bulan November 2022 telah mencatat 2,950,640 jam kerja aman (safe manhours) dari 2,137 hari kerja aman (safe working days).
Pada kunjungan tersebut, Eko menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi manajemen dan pekerja PCK2L, sehingga tidak ada kejadian yang menyebabkan hambatan dalam operasional di tahun 2022.
Eko menyampaikan kegiatan monitoring lifting ini hendaklah dimaknai bukan dari sudut selebrasi, namun yang lebih utama adalah sebagai pendorong bagi WK Ketapang untuk dapat melakukan evaluasi dan improvement agar kinerja tahun 2023 dapat lebih ditingkatkan lagi, khususnya lifting minyak yang masih perlu kerja keras lagi dimasa mendatang.
“WK Ketapang memiliki fasilitas yang sangat mendukung, salah satunya proyek Bukit Tua Phase 2B yang telah onstream di bulan April 2022. Hal ini menjadikan PCK2L memiliki fasilitas operasional yang handal yang menjadi modal kuat untuk dapat mendukung kinerja yang lebih baik di masa mendatang”, kata Eko.
“SKK Migas mendukung dan mendorong PCK2L untuk melakukan program kerja yang lebih agresif dan masif di tahun 2023, sehingga fasilitas yang dimiliki dapat dioptimalkan untuk mendukung pencapaian target 2023 serta menjadi pondasi bagi pencapaian target jangka panjang tahun 2030. SKK Migas mengajak PCK2L agar potensi yang ada bisa dioptimalkan, jika ada hambatan mari kita diskusikan dan cari jalan keluar bersama”, ujar Eko.
SKK Migas dan PCK2L akan terus meningkatkan diskusi untuk mendapatkan langkah-langkah yang akan ditempuh dalam rangka memanfaatkan potensi serta menghadapi tantangan yang mungkin muncul ke depannya.
Kedua belah pihak mengapresiasi dukungan satu sama lain dan berharap kolaborasi yang telah terjalin dengan kuat dapat terus terjaga demi mendukung aspirasi pemerintah Indonesia untuk mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas bumi pada tahun 2030 guna mewujudkan ketahanan energi nasional.
