Jakarta, TopBusiness—Di tahun 2024 yang merupakan tahun politik, diperkirakan bahwa tidak ada pasokan baru ruang kantor di Kota Jakarta.
“Jadi, di tahun 2024, mungkin tidak ada stok baru. Dan hal ini akan memudahkan recovery pasar perkantoran Jakarta [yang saat ini kelebihan pasokan],” kata konsultan properti dari Colliers Indonesia, Ferry Salanto, dalam paparan riset terbaru yang berlangsung melalui aplikasi Zoom (4/1/2023).
Ferry menjelaskan bahwa, saat ini, perlambatan ekonomi telah mengganggu penyerapan ruang kantor di Jakarta.
Di kuartal empat tahun 2022, tingkat hunian perkantoran di CBD Jakarta di 74,7%. Untuk kawasan non-CBD Jakarta, angka tersebut malah lebih rendah yaitu pada 70,80%.
Di semester dua tahun 2022 pun, ia menambahkan, permintaan ke ruang kantor tercatat mulai menurun. Di situ, banyak perusahaan yang menunda relokasi atau pun ekspansi. Sebab, pihak perusahaan tersebut menunggu lebih stabilnya perekonomian.
Di sisi pengembang, penundaan penyelesaian proyek gedung kantor masih terjadi di sepanjang tahun 2022.
Adapun total pasokan ruang kantor di CBD Jakarta kini di 7,04 juta m2. Sedangkan di non-CBD Jakarta, angka itu di 3,72 m2.
“Tingkat hunian ruang kantor di Jakarta kami prediksi menurun di 2023. Hal itu karena tingginya jumlah pasokan baru,” kata dia.
