Jakarta, TopBusiness – Berdiri pada 2008, PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) terus berupaya mewujudkan visi perusahaan menjadi BUMD yang unggul, berdaya saing, terpercaya dan terkemuka dengan kompetensi multiusaha.
Kini, setelah sekitar 15 tahun berdiri, Badan Usaha Milik Daerah Provinsi Riau ini memiliki empat bidang usaha. Pertama adalah poduksi minyak mentah atau crude oil di Wilayah Kerja (WK) Langgak.
Kedua adalah proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Pekanbaru-Kampar dengan kapasitas 1.000 liter per detik.
Ketiga adalah industri pengolahan padi di Pabrik Rice Processing Complex (RPC) Rokan Hilir. Dan, keempat Usaha Pemanfaatan Hutan.
Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) Fuady Noor menjelaskan, kinerja perusahaan sepanjang tahun 2022. Produksi minyak mentah di WK Langgak tahun 2022 mencapai 201.480 barrel atau rata-rata 552 BOPD.
“Target produksi tahun 2022 sebanyak 550 BPOD, tapi aktualnya 552 BOPD. Artinya kita telah di atas target RKAP untuk produksi crude oil di WK Langgak,” ujar Fuady dalam presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2023 yang dilakukan secara daring, Rabu (15/2/2023) .
Sementara itu, penugasan proyek SPAM Regional Pekanbaru-Kampar kapasitas 1.000 liter per detik hingga akhir Desember 2022, progres konstruksi tahap I mencapai 76 persen. SPR dipercaya sebagai mitra BUMN dalam proyek strategis SPAM Regional dengan nilai investasi Rp 1,9 triliun tanpa menggunakan APBN maupun APBD.
“Untuk produksi beras di RPC Rokan Hilir selama tahun 2022 sebanyak 100.990 Kg,” kata dia.
Untuk kinerja usaha pemanfaatan hutan pada 2022, menurut Fuady, SPR telah memperoleh Izin Prinsip dari Kementrian Investasi/BKPM RI. “Ini usaha pemanfaatan hutan yang langsung dikelola BUMD. Ini satu-satunya di Indonesia,” ujar Fuady.
Untuk mendukung kinerja perusahaan, PT SPR mengimplementasikan berbagai solusi teknologi informasi terkini. Misalnya adalah penggunaan program sistem informasi keuangan terpadu IBS (Integrated Business Solution). Sistem IBS ini juga digunakan oleh bagian HRD dan terkait sistem informasi inventaris.
Penggunaan Teknologi Informasi (TI) juga dilakukan dalam kegiatan rapat (Zoom Meeting) dan penggunaan Smart TV untuk kegiatan presentasi. “Kami juga menampilkan informasi perusahaan melalui website www.sprcorp.com dan media sosial,” tutur Fuady.
SPR juga telah memiliki standar operasional dan prosedur (SOP) dalam pelayanan informasi, dari mulai SOP Permohonan Informasi, SOP Keberatan, SOP Pemutakhiran Daftar Informasi Publik, SOP Uji Konsekuensi, dan SOP Penanganan Sengketa Informasi Publik.
Berdasarkan Penilaian Monitoring dan Evaluasi Tahunan oleh Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Riau, PT SPR tahun 2020 masuk kategori “Perusahaan Sehat (A)” dan tahun 2021 “Perusahaan Sehat (AA)”.
PT SPR juga telah memperoleh sertifikasi ISO Integrated Management System (9001:2015 – 45001:2018 – 14001:2015) untuk memperkuat portofolio perusahaan.
