Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini berpotensi bergerak melemah.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan IHSG Berpotensi Bergerak Melemah.
Bursa AS semalam ditutup melemah, Dow Jones -1,66%, diikuti S&P 500 2,05% dan Nasdaq 1,85%. Pasar bergerak turun akibat terpukulnya saham-saham di sektor perbankan yang memberikan kekhawatiran akan kondisi ekonomi yang mulai bahaya. Pelaku pasar khawatir akan kenaikan suku bunga yang lebih tinggi akan menyebabkan gagal bayar pada perusahaan perbankan.
Pasar komoditas terpantau bergerak mixed, minyak melemah 1,23% ke level USD 75,7/bbl, batubara menguat 0,28% ke level USD 180/ton, nikel melemah 2,7% ke level USD 23.265 dan CPO menguat 0,55% ke level MYR 4.204. Sedangkan harga emas terpantau menguat 0,88% ke level USD 1.834/toz.
Bursa Asia kemarin, di tutup cenderung mixed. Nikkei menguat 0,63%, Hang Seng melemah 0,63%, Shanghai turun 0,16%. IHSG ditutup menguat 0,35% ke level 6.799,8 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 606 miliar. Net buy asing di pasar reguler Rp 527 miliar dan net buy asing di pasar negosiasi Rp 79 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BMRI (Rp 209,6 miliar), BBNI (Rp 159,2 miliar), dan TLKM (Rp 116,5 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak ADRO (Rp 43,5 miliar), UNVR (Rp 29,6 miliar), dan ANTM (Rp 22,4 miliar). Top leading movers emiten BMRI, BBNI, ASII, sementara top lagging movers emiten BBRI, CPIN, MEGA.
Terjadi penambahan 307 kasus baru COVID-19 di Indonesia (9/3) dengan daily positivity rate sebesar 1,8%. Kasus sembuh sebanyak 291 dengan recovery rate sebesar 97,5%.
Pagi ini Nikkei dibuka melemah 0,96% dan KOSPI 1,21%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan mengalami koreksi, seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian tertulis.
