Jakarta, TopBusiness – PT Trakindo Utama (Trakindo) merupakan perusahaan distributor dan penyedia alat berat bermerek Caterpillar dengan kiprah yang terbilang sudah cukup panjang. Diketahui perusahaan yang didirikan oleh AHK Hamami ini sudah mulai beroperasi sejak 5 dekade silam.
“Kami sudah ada di Indonesia, beroperasi mulai tahun 1970. Jadi sudah lebih dari 50 tahun menjadi bagian, atau ikut berperan dalam pembangunan Indonesia. Cabang kami (lokasi kerja) kami ada lebih dari 70 cabang di Indonesia,” ungkap Mardidwiarso, Sr. Specialist CSR PT Trakindo Utama saat sesi penjurian TOP CSR Awards 2023 yang digelar secara virtual oleh Majalah TopBusiness, Senin (6/3/2023) lalu.
Menyinggung soal CSR, Trakindo yang piawai dalam bisnis alat berat ternyata juga sangat baik dalam urusan yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Hal ini terlihat dari program CSR yang dijalankan tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga kepada keberlanjutan perusahaan ke depan. Ini pun sejalan dengan misi dari pendiri perusahaan alat berat tersebut.
”Saat founder kami mendirikan perusahaan, misi beliau adalah membangun perusahaan yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang layak dan berkualitas bagi sebanyak mungkin rakyat Indonesia,” ungkap Mardi.
Melihat hal itu, tak heran bila CSR pun sudah menjadi bagian dari strategi bisnis berkelanjutan dari Trakindo yang emiliiki visi atau rencana kerja per lima tahunan. Di mana seperti dikatakan Mardi, dalam vision 2025 ada sejumlah hal yang ingin dicapai Trakindo, seperti customer experience, growth, dan tentunya juga yang berhubungan dengan kehadiran perusahaan, yakni fueling our founder mission (membakar lagi/merealisasikan misi founder kami).
“Yaitu menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas dan berkelanjutan. Ini kemudian juga diterjemahkan dan selaras dengan tujuan dan strategi Departemen CSR kami. Intinya adalah program CSR kami ada empat pilar, ada pendidikan, lingkungan, kesehatan, kemudian bantuan kemanusiaan,” ujar Mardi.
Dari empat pilar CSR yang dimiliki, Trakindo menyoroti mengenai CSR-nya di bidang pendidikan yang bersinggungan dengan menciptakan lapangan pekerjaan berkualitas. ”Dari mana kita bisa mendapatkan lapangan pekerjaan berkualitas, dari sumber daya manusia yang berkualitas. Dari mana kita bisa mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas, dari pendidikan yang berkualitas. Makanya Trakindo selalu menitikberatkan program CSR kami pada pendidikan,” jelasnya.
Adalah Progam Cooperative Eduction (CO-OP) yang merupakan program CSR unggulan Trakindo di bidang pendidikan. Lewat Porgram CO-OP, Trakindo berkomitmen memberikan kontribusi dalam menyiapkan generasi penerus bangsa agar menajdi tenaga kerja yang siap pakai dan berkualitas, ssuai dengan cita-cita pendiri Trakindo, untuk keberlanjutan bisnis perusahaan ke depan.
Program CO-OP yang digagas Trakindo memiliki skema dari SD, SMP, SMA, Politektik, dan Universitas. “Kami terlibat atau lebih tepatnya kami memiliki program binaan atau memiliki program khusus dengan setiap jenjang pendidikan ini. Dari bawah saat ini kami membina 30 SDN, kemudian SMP ada 10, kemudian SMK, Politeknik dan Universitas,” tandas Mardi.
Lebih lanjut, Mardi menegaskan bahwa pada program CSR di bidang pendidikan, Trakindo fokus dalam pengembangan manusia dan juga pendidikan karakter. “Kami percaya pendidikan karakter adalah hal-hal yang sangat penting. Founder kami, AHK Hamami, selalu mengingatkan kami terhadap quote ‘Knowledge is power but character is more’ itu pun yang kami terjemahkan ke kegiatan-kegiatan kami,” ungkapnya.
Sebagai CSR unggulan, Program COOP sudah dimulai dijalankan Trakindo sejak tahun 1996 yang terus dijalankan hingga saat ini.
“Program ini awalnya diinisiasi dari masalah kurangnya sumber daya manusia berkualitas di bidang industri alat berat. Trakindo kemudian melakukan penyiapan sumber daya manusia berkualitas untuk keberlanjutan bisnis sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan masyarakat. Dalam melaksanakan program ini, Trakindo bekerja sama dengan pemerintah, khususnya Direktorat Pendidikan tinggi/Kejuruan dari Kemendikbud Ristek,” tutup Mardi.
Penulis: Fauzi
