Jakarta, TopBusiness – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), salah satu pengembang papan atas nasional melanjutkan kinerja positifnya. Tercatat, hingga akhir tahun 2022 lalu, Perseroan berhasil membukukan laba bersih mencapai Rp625,38 miliar atau melesat hingga 93,19 persen dibanding capaian di 2021 yang senilai Rp323,71 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan SMRA yang dikutip Rabu (29/3/2023), sepanjang tahun lalu jumlah pendapatan emiten properti ini tercatat Rp5,72 triliun atau bertumbuh 2,69 persen dibanding perolehan selama 2021 yang sebesar Rp5,57 triliun.
Pada tahun lalu, SMRA terpantau mampu menekan beban pokok penjualan hingga 8,42 persen (y-o-y) menjadi Rp2,72 triliun. Sehingga, laba bruto di sepanjang 2022 menjadi Rp3 triliun atau menanjak 15,38 persen (y-o-y).
Sementara itu, laba usaha SMRA di 2022 tercatat sebesar Rp1,71 triliun atau meningkat 9,61 persen (y-o-y). Sedangkan, laba sebelum pajak penghasilan pada tahun lalu senilai Rp774,65 miliar atau melonjak 41,63 persen (y-o-y).
Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2022 yang sebesar Rp2,91 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan SMRA menjadi Rp771,74 miliar atau lebih tinggi 40,39 persen (y-o-y). Sementara itu, besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 2022 sebesar Rp625,38 miliar atau melesat 93,19 persen (y-o-y).
Per 31 Desember 2022, total liabilitas SMRA tercatat meningkat 12,55 persen (y-o-y) menjadi Rp16,68 triliun. Sedangkan, jumlah ekuitas hingga akhir Desember 2022 sebesar Rp11,75 triliun atau meningkat 4,63 persen (y-o-y).
