Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini berpotensi menguat.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan IHSG Berpotensi Menguat.
Bursa AS kemarin ditutup menguat. Dow Jones +0,43%, S&P 500 +0,73% dan Nasdaq +0,57%. Pasar bergerak seiring menguatnya kepercayaan pelaku pasar akan krisis dari perbankan di Amerika telah berlalu. Klaim pengangguran mingguan tercatat meningkat menjadi 198 ribu (sebelumnya: 191 ribu, kontra: 196 ribu).
Pasar komoditas terpantau bergerak menguat. Minyak naik 1,92% ke level USD 74,4/bbl, batubara 0,08% ke level USD 176,8/ton, nikel melemah 3,03% ke level USD 23.093 dan CPO menguat 2,73% ke level MYR 3.791. Sedangkan harga emas terpantau naik 0,67% ke level USD 1.998/toz.
Bursa Asia Jumat kemarin (30/3) ditutup cenderung menguat. Nikkei melemah 0,36%, Hang Seng menguat 0.58%, Shanghai menguat 0,65%. IHSG ditutup melemah 0,45% ke level 6.809,0 dengan Investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 1.199,5 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 604 miliar), BMRI (Rp 203 miliar), dan BBNI (Rp 122 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BSIM (Rp 101 miliar), ITMG (Rp 37 miliar), dan MAPI (Rp 36 miliar). Penggerak terkemuka teratas menghasilkan BYAN, BBNI, BBCA, sementara penggerak tertinggal teratas menghasilkan GOTO, BBRI, BMRI.
Pagi ini Nikkei dibuka menguat 0,16% dan KOSPI dibuka 0,28%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan menguat, seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian tertulis.
