Jakarta, TopBusiness—PT Dahana dalam menggelar program CSR, memerhatikan adanya aspek CSV (creating shared value).
“CSV merupakan langkah kepedulian Dahana untuk bisa tumbuh berkembang bersama dan memerhatikan aspek ekonomi ke masyarakat,” kata Ketua PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan) Dahana, Eman Suherman, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top CSR Awards 2023 (31/3/2023).
Erman memberikan contoh aspek CSV tersebut. Yang pertama, adalah program pemanfaatan sampah organik di area operasional Dahana. Program ini merupakan komitmen Dahana untuk menangani persoalan sampah organik yang ditimbulkan Dahana.
Sejumlah manfaat, Erman mengatakan, muncul dari program tersebut. Itu antara lain hal ini: terselesaikannya penanganan sampah di area sekitar perusahaan.
“Contoh manfaat lainnya,” Erman menjelaskan, “adalah adanya nilai tambah. Dalam hal ini, olahan sampah tersebut bisa menjadi pupuk kompos yang bermanfaat.”
Adapun contoh aspek CSV yang kedua adalah penyerapan produk mitra binaan Dahana. Manfaat yang muncul dari situ adalah membantu penyediaan barang untuk aktivitas Dahana. “Program ini juga membantu keberlangsungan usaha mitra binaan dari segi ekonomi dan pemasaran,” ucap Erman lagi.
Program CSR yang dijalankan Dahana pun memerhatikan keterkaitan antara strategi pertumbuhan bisnis berkelanjutan via pengelolaan tanggung jawab sosial perusahaan.
Erman juga menjelaskan skor GCG yang dipunyai Dahana. Pada tahun 2021, skor tersebut di 82,69 atau berarti ‘baik’. Di tahun 2020, nilai tersebut di 80,10 atau ‘baik’. Sedangkan untuk tahun 2019, nilai tersebut juga ‘baik’ atau di 83,01.
Top CSR Awards 2023 merupakan kegiatan penilaian-penghargaan bidang CSR yang berlangsung tiap tahun. Ini digelar Majalah TopBusiness bekerja sama dengan lembaga seperti beberapa asosiasi CSR, asosiasi bisnis, asosiasi GCG, asosiasi GRC, LKN (Lembaga Kajian Nawacita), CoreBest, MB Consulting (Mitra Bhadra Consulting), ISVI (Institut Shared Value Indonesia), SKB (Solusi Kinerja Bisnis), SDP (Sinergi Daya Prima), Dwika Consulting, Melani K. Harriman and Associate. Juga dengan beberapa pakar dan konsultan CSR.
Bertindak sebagai dewan juri untuk Dahana dalam presentasi tersebut adalah Melani K. Harriman (CEO Melani K. Harriman and Associaties), Febrizal Effendi (Aspiluki), Thendri Supriatno (CFCD), A.J. Boesra (Kepak Sayapku), dan Wardatul Hasanah (Putera Sampoerna Foundation).
