TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG mungkin Bergerak Sideways

Agus Haryanto
3 May 2023 | 06:04
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, IHSG mungkin bergerak sideways.

Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan IHSG Mungkin Bergerak Sideways.

Bursa AS ditutup melemah pada Selasa (5/2). Dow Jones -1,08%, diikuti S&P 500 1,16%, dan Nasdaq 1,08%. Menyusul krisis Wall Street pada bulan Maret, yang menyebabkan kegagalan Silicon Valley Bank dan First Republic Bank, investor mulai meragukan stabilitas lembaga keuangan regional yang lebih kecil. Selain itu, Fed diperkirakan akan mengumumkan kenaikan suku bunga seperempat poin lainnya pada hari Rabu untuk mengakhiri pertemuan kebijakan dua harinya, yang dimulai pada hari Selasa.

Pasar komoditas mengalami penutupan yang variatif pada Selasa (5/2). Minyak WTI -5,4% menjadi USD 71,59/bbl, dan Brent -0,2% menjadi USD 86/bbl, batubara +1,30% menjadi USD 187,55/ton, nikel +2,87% menjadi USD 24.955 dan CPO +1,76 menjadi MYR 3.412. Emas +1,69% menjadi USD 2.025/toz.

Bursa Asia ditutup menguat pada Selasa (5/2). Kospi +0,91%, Nikkei +0,12%, Hang Seng +0,20%, dan Shanghai tutup kemarin.

IHSG turun 0,76% menjadi 6.863. Investor asing mencatatkan pembelian bersih secara keseluruhan sebesar Rp 204,7 miliar; Rp 226,6 miliar di pasar reguler, dan Rp -21,9 miliar di pasar negosiasi. Arus masuk asing terbesar di pasar reguler tercatat oleh BMRI (Rp 171 miliar), diikuti ASII (Rp 110,9 miliar), dan MDKA (Rp 66,4 miliar). Outflow asing terbesar di pasar reguler tercatat oleh TLKM (Rp -201,7 miliar), diikuti oleh BBCA (Rp -91,7 miliar), dan BTPS (Rp -81,7 miliar). Sektor unggulan hari ini adalah sektor IDXCYC, sementara sektor unggulan hari ini adalah IDXENER. Top leading movers adalah BMRI, BBRI, BBNI, sedangkan top lagging movers adalah TLKM, UNTR, BYAN.

BACA JUGA:   Bikin 50 Bioskop, Tripar Multivision Tambah Modal Maksimal 20%

Nikkei naik +0,12% pagi ini, sementara KOSPI turun 0,46%. “Kami perkirakan IHSG akan bergerak sideways hari ini, mengingat sentimen pasar global dan regional yang beragam,” demikian tertulis.

Previous Post

SKK Migas Kumpulkan Pimpinan KKKS, Bahas Keselamatan Kerja

Next Post

Penjualan Meroket 358% di 2022, RUPST LUCY Sepakat Tebar Dividen Senilai Rp5 per Saham

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR