TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Sideways

Agus Haryanto
8 May 2023 | 05:27
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, IHSG berpotensi berpotensi berpotensi sideways.

Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan IHSG berpotensi samping.

Pada penutupan Jumat lalu (5/5), pasar AS bergerak menguat. Dow Jones menguat 1,65%, diikuti S&P 500 1,85%, dan Nasdaq 2,25%. Pada penutupan kemarin, Dow Jones naik 500 poin untuk mengakhiri tren penurunan selama empat hari ketika saham-saham bank regional dan saham-saham Apple melonjak.

Pada minggu ini, AS akan merilis angka inflasi yang akan dipantau ketat oleh investor saat mereka mempertimbangkan apakah Fed dapat menunda kenaikan suku bunga bulan depan. Bank of England juga diharapkan akan menaikkan suku bunga, sementara bursa Asia akan merilis beberapa data seperti Cina akan merilis lebih banyak data ekonomi, tingkatkan perang Korea dan data produksi industri India sehingga diperkirakan pasar-pasar Asia dibuka dengan sideways.

Pasar komoditi terpantau menyamping pada Jumat (5/5) kemarin. Minyak WTI menguat 0,11% ke level USD 71,4/bbl, diikuti Brent 4,05% ke level USD 71,34/bbl, harga batubara melemah 0,59% di level USD 169,65/ton, nikel menguat 2,61% ke level USD 24.713 dan CPO menguat 4,87% ke level MYR 3.597. Harga emas terpantau melemah 1,5% ke level USD 2,025/toz.

Pada akhir perdagangan kemarin (5/5) bursa Asia seperti Nikkei dan Kospi tutup, sedangkan Hang Seng menguat +0.5%, dan Shanghai melemah 0.48%.

IHSG ditutup melemah 0,82% ke level 6.787,6. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,85% ke level 207,7. Investor asing pada Jumat lalu mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 337 miliar. Pada pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 286,5 miliar, dan negosiasi pasar mencatatkan net buy asing Rp 50,5 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler didominasi BBRI (Rp 126,5 miliar), ASII (Rp 102,9 miliar), dan ICBP (Rp 93,5 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatat oleh UNTR (Rp 227,8 miliar), TLKM (Rp 103,7 miliar), dan BMRI (Rp 64,6 miliar). Selain itu, top sector gainer pada Jumat (5/5) adalah sektor IDXTRANS, sementara yang menjadi top sector loser datang dari IDXINDUS. Top leading movers emiten adalah BBRI, KLBF, TLKM, sementara top lagging movers emiten adalah ASII, BYAN, MDKA.

BACA JUGA:   Aksi Beli Saham karena Harga Minyak

Pagi ini Nikkei melemah 0,45% dan KOSPI menguat 0,74%. “Kami menyatakan IHSG berpotensi sideways pada hari ini, seiring dengan beragamnya sentimen dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.

Previous Post

Pertamina Siapkan Ambulans Canggih dan Tenaga Medis

Next Post

BSI Maslahat Terus Tunjukkan Profesionalitasnya dalam Pengelolaan CSR

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR