Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, IHSG berpotensi menguat.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan IHSG Berpotensi Bergerak Menguat.
Pada perdagangan semalam (10/5), Bursa AS ditutup mayoritas menguat. Dow Jones turun 0,09%, S&P 500 naik 0,49% dan Nasdaq naik 1,04%. Penguatan terjadi setelah pengumuman inflasi pada bulan April sesuai ekspektasi sebesar 0,4% dan investor beralih ke saham teknologi.
Pasar komoditas bergerak melemah. Minyak turun 1,01% ke level USD 72,81/bbl, diikuti emas 0,33% ke level USD 2.036/toz, nikel 4,33% ke level USD 22.510, batubara 1,61% ke level USD 164,95/ ton dan CPO 2,71% ke level MYR 3.701.
Bursa Asia Rabu (10/1) ditutup melemah. Nikkei turun 0,41%, Hangseng 0,53% dan Shanghai 1,15%.
IHSG ditutup naik 0,7% di level 6.812. Investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp237,9 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 220,1 miliar, dan pada negosiasi pasar mencatat net buy asing Rp 17,8 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh GOTO (Rp 166,3 miliar), BBRI (Rp 74,4 miliar), dan ASII (Rp 65,6 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ADRO (Rp 69,2 miliar), AKRA (Rp 47,1 miliar), dan BBCA (Rp 34,8 miliar). Top leading movers menghasilkan GOTO, TLKM, BMRI, sementara top lagging movers menghasilkan BEBS, AKRA, ASII.
Pagi ini pasar regional dibuka campuran, Nikkei -0,03% dan Kospi +0,36%. “Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak menguat seiring sentimen global dan regional,” demikian tertulis.
