Jakarta, TopBusiness—Industri cokelat artisan di Indonesia memiliki potensi yang besar untuk dioptimalkan. Saat ini terdapat 31 cokelat artisan dengan kapasitas terpasang 1.242 ton per tahun dan market share mencapai 1,3% dari 10% potensi pasar cokelat Indonesia.
“Angka ini masih memiliki potensi untuk ditingkatkan, mengingat tren di pasar cokelat yang semakin memprioritaskan kualitas produk cokelat,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Putu Juli Ardika, akhir pekan kemarin.
Putu menyampaikan secara tertulis ke wartawan bahwa potensi pengembangan cokelat artisan ini masih terbuka. Pasalnya, industri cokelat artisan didukung oleh keberadaan Indonesia di khatulistiwa, yang merupakan tempat ideal bagi tumbuhnya tanaman kakao.
“Saat ini, terdapat 16 lokasi biji kakao premium yang mempunyai keunikan cita rasa dan cerita yang berbeda dari masing-masing daerah untuk dibagikan kepada para konsumen,” kata Putu.
Cokelat artisan merupakan salah satu produk hilir kakao yang dibuat dair biji kakao kualitas premium dan melalui tahap proses produksi secara khusus sehingga menghasilkan produk cokelat berkualitas tinggi dan cita rasa yang khas.
“Selain itu, produk ini menyajikan story telling yang menarik bagi konsumen dan masih terdapat 600 cita rasa cokelat di Indonesia yang perlu diekplorasi oleh pelaku usaha,” Putu menjelaskan.
Industri cokelat artisan di Indonesia saat ini diarahkan untuk mengusung konsep bean to bar yang sangat memperhatikan kualitas bahan baku kakaonya. Beberapa cokelat artisan Indonesia bahkan sudah mulai masuk tahapan craft chocolate dengan menggunakan biji kakao fermentasi 100% yang mempunyai varietas langka atau unik, sehingga menghasilkan profil rasa, secondary flavour dan aroma yang khas dari biji kakaonya. Craft chocolate dibuat oleh chocolate maker yang akan mengontrol mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi hingga produk akhir.
“Chocolate maker perlu diperbanyak untuk menunjang penumbuhan industri cokelat. Peningkatan kompetensi SDM cokelat artisan ini perlu dilakukan dengan melibatkan chocolate maker dan para ahli cokelat artisan. Hal ini bisa dimulai dengan membuat suatu grup ataupun forum komunikasi cokelat artisan sebagai wadah sharing knowledge dan networking cokelat artisan,” ungkap Putu.
Peningkatan kompetensi SDM industri cokelat artisan menjadi bagian rencana aksi pengembangan industri cokelat artisan Direktorat Jenderal Industri Agro tahun 2023. Rencana aksi yang disusun meliputi pembentukan asosiasi industri cokelat artisan, peningkatan kapasitas SDM dan promosi produk cokelat artisan.
“Pengenalan cokelat artisan ini perlu dilakukan melalui promosi, kompetisi bahkan kedepannya kita perlu menyelenggarakan suatu event internasional untuk lebih mengenalkan kualitas dan keunikan rasa cokelat artisan,” pungkas Putu.
